Pedagang Daging Olahan Pilih Bertahan


Jumat, 14 Agustus 2015 - 19:35:01 WIB
Pedagang Daging Olahan Pilih Bertahan

"Harga daging melambung tinggi, biasanya Rp90 ribu/kilogram (kg). Sekarang mencapai Rp120 ribu/kg. Sedangkan harga sepiring sate tidak bisa saya naikkan begitu saja dari harga sekarang, Rp15ribu sepiring. Kalau dinaikkan harga jual sate pelanggan bisa lari. begitupun jika porsi yang dikurangi, sangat beresiko," ucap Dil.

Baca Juga : Arab Saudi Tegaskan Belum Ada Instruksi Resmi tentang Haji Tahun Ini

Hal serupa dikatakan oleh Tris, pemiliki Pondok Bakso Mas Tris yang berjualan di Jalan Dr. Hamka, Padang. Menurutnya, harga daging sebagai bahan utama olahan baksonya naik cukup tinggi. Sedangkan harga produk olahan yang dijualnya baru saja dinaikkan sehabis lebaran lalu.

"Kami tidak bisa menaikkan begitu saja. Baru setelah lebaran lalu harga bakso dinaikkan, tidak mungkin sekarang dinaikkan lagi. Setidaknya kami harus menunggu hingga 3 bulan ke depan untuk mengambil keputusan me­naik­kan harga," ucapnya.

Baca Juga : 'Tsunami' Covid-19 India Makin Menggila, Anak Muda yang Meninggal Semakin Banyak

Apabila harga daging tetap di atas Rp100 ribu/kg selama 3 bulan ke depan, lanjutnya, bukan tidak mungkin ia terpaksa menaikkan pula harga produk olahan yang dijualnya.

"Harus dilihat dulu beberapa bulan ke depan, bagaimana per­kem­bangannya. Porsi pun tidak mungkin dikurangi karena sudah ada standar porsi sendiri. Kalau dikurangi bisa-bisa pelanggan kami komplain. Dan bukan hanya daging saja yang naik, harga bahan pokok lainnya juga tengah me­lambung seperti cabai, merica dan lain-lain," tukasnya.

Kenaikan harga juga tak dila­ku­kan oleh pedagang produk olahan lainnya. Seperti yang diutarakan oleh penjaga toko Rendang Coga di Ulak Karang, Padang. "Sampai saat ini, harga produk kami masih sama seperti biasa, belum dinaikkan," katanya.

Hanya Isu

Hanya saja, perkembangan naiknya harga daging di pasaran dibantah Kepala Dinas Perin­dustrian dan Perdagangan  Sum­bar, Ir. Mudrika. Ia mengkalim harga daing sapi di pasaran masih harga normal yaitu diangka Rp110.000 per kilogram.

Mudrika yang dihubungi Ha­luan, Jumat (14/8) sore menutur­kan, gejolak harga daging yang terjadi dibeberapa daerah yang mencapai Rp120 - 125 ribu per kilogram hanya isu yang hem­buskan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Karena dari pantauan di tiga pasar besar di Kota Padang harga masih Rp110.000 per kilogram.

"Harga yang berlaku saat ini merupakan harga yang lama dan masih batas normal. Kalau ada yang mengatakan harga daging sampai Rp125 per kilogram itu tidak benar," paparnya.

Dikatakan Mudrika, kenai­kan harga daging sapi di beberapa daerah di luar Sumbar seperti di pulau Jawa tidak berimbas kepa­da harga daging sapi di Sumbar. Meski demikian ujar Mudrika, Disperindag juga telah bergerak cepat dengan mengamankan stok daging, ansipasi agar tidak adanya permainan.

"Untuk stok kita aman karena kita langsung antisipasi agar tidak terjadi permainan nantinya, apa­lagi nanti ada yang menjual ke luar Sumbar karena tergiur harga yang mahal di luar," terangnya.

Ditambahkan Mudrika, un­tuk stok daging saat ini masih aman untuk beberapa bulan ke depan. "Saya tidak bisa menye­butkan berapa besaran stok kita saat ini, hanya saja kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan bisa dipastikan stok daging kita aman," pungkas­nya. (h/mg-isq/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]