Pilkada Ibarat Tabuik, Setelah Dihoyak Akan Kembali Tenang


Senin, 17 Agustus 2015 - 18:45:21 WIB
Pilkada Ibarat Tabuik, Setelah Dihoyak Akan Kembali Tenang

Untuk itu politisi Partai Golkar ini mengajak ma­sya­rakat, untuk tidak terpan­cing dengan berbagai isu-isu ti­dak bertanggungjawab yang da­pat merusak kekompakan kita masyarakat Padang Pa­riaman.

Baca Juga : Menara Masjid Raya Sumbar jadi Daya Tarik Baru Wisatawan

Menurut JKA, kita ma­syarakat Padang Pariaman dan umumnya Minang Ka­bau sejak dulunya telah dike­nal dengan demo­krasinya. Dan menjadi acuan bagi daerah lainya dalam pe­laksanaan demokrasi di ne­ga­ra ini. “Ibarat pelaksanaan pesta budaya tabuik, saat tabuik dihoyak, bagaikan perang yang tidak akan ber­satu, tapi apabila tabuik telah dibuang ke laut, maka se­luruhnya akan kembali ber­satu dan bersalaman satu sama lain,” terang JKA yang akrab dipanggil ajo.

Disampaikan JKA, dia sebagai wakil rakyat dari Dapil Sumbar II, telah ber­keliling pada daerah daerah yang ada di Dapilnya. Kalau dibanding dengan daerah lain, Padang Pariaman me­miliki kemajuan yang sangat pesat.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

“Kalau tidak melalui bantuan dari dari APBN tidak mungkin Padang Pa­riaman mampu membangun daerahnya melebihi daerah lain,” aku JKA.

Untuk itu JKA ber­ha­rap, kalaupun pemimpin Padang Pariaman, harus berganti pada Pilkada nanti, tetapi pengantinya harus lebih baik dari Ali Mukhni dan melanjutkan pem­ba­ngunan yang telah dirintis oleh bupati sebelumnya.

Pada kesempatan itu JKA juga mengakui, dia sebagai politisi di DPR-RI dan sebagai putra daerah Padang Pariaman, sangat bangga memiliki bupati seperti Ali Mukhni. “Dia bupati yang sangat gigih dalam mengaet dana AP­BN untuk daerahnya,” aku JKA.

Untuk itu dia sebagai putra daerah yang dipercaya sebagai wakil rakyat, akan berupaya bersinergi dengan para pemimpin-pemimpin yang ada di daerah pemi­lihnya untuk membangun daerah dengan dana APBN.

Menurutnya, banyak da­e­rah-daerah di Dapilnya yang memiliki SDA minim dan untuk maju harus me­ngandalkan dana pusat. Sa­lah satu daerah itu yakni Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

“Dua daerah ini tidak memiliki tambang ataupun perkebunan yang bisa me­nghasilkan PAD untuk mem­­bangun daerahnya,” jelasnya.

Maka untuk bisa maju daerah ini harus gigih ke pemerintah pusat untuk mencari dana pemba­ngu­nan. (h/ded)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]