Harga Daging Sapi Rp120 Ribu per Kg


Senin, 17 Agustus 2015 - 18:47:29 WIB
Harga Daging Sapi  Rp120 Ribu per Kg

Kenaikan harga daging sapi ini dipicu oleh tidak adanya pasokan sapi dari perusahaan pemasok yang biasanya datang dari Medan dan Lampung.

Baca Juga : Joe Biden Tarik Tentara Amerika dari Afghanistan Per 1 Mei

Indra(44) salah seorang pedagang menyebutkan, un­tuk memenuhi kebutuhan akan daging sapi,ia dan peda­gang lainnya mengambil pasokan sapi dari peternak lokal atau disekitar Kota Sawahlunto,dimana sapi lokal ini cendrung relative mahal harganya dibanding dengan sapi yang dida­tang­kan dari Medan maupun Lampung.

“Jika harga normal see­kor sapi dari Medan dan lampung Rp22 juta per ekor­nya, sedangkan harga sapi lokal lumayan mahal di kisaran Rp25 juta per ekor­nya,” terang Indra.

Baca Juga : Penembakan di New York Tewaskan Bayi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Menurutnya, hal terse­butlah yang memicu ke­naikan harga daging segar sekarang, biasanya jika paso­kan sapi dari Medan dan lampung masuk kekota ini harga jual daging berkisar antara Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu perkilonya, namun semenjak sapi dari luar ter­sebut tidak masuk harga daging dipasaran ikut me­lonjak dikarenakan mahal­nya harga sapi lokal.

Senada dengan Indra, Japar(66) salah seorang pe­da­gang lainnya juga mem­benar kesulitan yang dialami pedagang daging sapi saat ini, semenjak dikabarkannya pembatasan kuota impor sapi, pemasok atau peru­sahaan yang biasa sebagai pemasok sapi impor mengu­rangi jatah pengiriman sapi­nya ke Sawahlunto bahkan tidak melakukan pengiri­man sama sekali, sehingga ia dan pedagang lain terpaksa membeli sapi dari peternak lokal yang harga sangat ting­gi.

Baca Juga : Netanyahu Terkejut, Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang

Dikatakannya, se­men­jak mengandalkan pembe­lian sapi lokal yang ada dikota ini, hampir di­pastikan setiap penjualan hasil pemotongan satu ekor sapi ia dan teman lainnya mengalami kerugian Rp1­juta, kendai harga jual da­ging telah dinaikkan hing­ga Rp120 ribu per­kilonya.

Selain itu lanjutnya, ting­gi harga jual juga berimbas pada animo beli masyarakat yang menurun dan ini me­nambah beban kerugian jika daging sapi itu tidak habis terjual setiap harinya.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Saudi Wajibkan Vaksinasi Covid-19 untuk Jamaah Dua Masjid Suci

“Pernah berpikir untuk tidak berjualan sementara waktu hingga pasaran sapi kembali normal, tapi urung kami lakukan, karena akan sangat berimbas besar kepa­da masyarakat lainnya ter­utama pelanggan dari para pedagang makanan seperti bakso, rumah makan dan lainnya,” keluh Japar.

Japar berharap hal ini akan menjadi perhatian be­sar oleh pemerintah baik pusat maupun pemerintah kota, agar bisa mencarikan solusi dari permasalahan yang terjadi.

“Tidak saja pedagang masyarakat tentunya juga menginginkan harga da­ging sapi ini kembali nor­mal, sehingga tidak mem­be­rat­kan salah satu pihak dengan kata lain semua bisa untung dan kembali tenang,” ha­rapnya. (h/mg-rki)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]