Ribuan Peternak Terancam Bangkrut


Rabu, 19 Agustus 2015 - 19:44:45 WIB
Ribuan Peternak Terancam Bangkrut

Sejumlah peternak unggas ayam ras petelur yang dihubungi di kawasan peternakan Mungka, beberapa hari yang lalu menyebutkan, dalam sebulan ini terus terjadi perubahan, harga bahan pakan ayam, sementara harga telur masih bertahan pada angka seribu rupiah di tingkat peternak.

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

Dalam kondisi sekarang ini, untuk bertahan sekedar mencukupi membeli pakan saja setiap hari. Seharusnya harga telur saat seharusnya Rp1.200 di tingkat peternak. “Jika berada di bawah itu masih belum ada ujungnya. Sebab pengusaha membayar gaji pekerja, hampir dapat dipastikan peternak tidak akan dapat bertahan, utamanya peternak kecil,”ujar mereka.

Sementara itu, pedagang telur di pasar Ibuh Payakumbuh, menikmati harga jual yang tinggi, biasanya mereka menjual Rp32.000 per kertas telur isi 30 butir, sekarang Rp34.000 hingga Rp35.000 per kertas telur. Masih naiknya harga telur ayam ras, diduga akibat konsentrat dan jagung mengalami kenaikan drastis.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Sementara panen jagung ada yang terkendala akibat kemarau, sehingga harga jagung saat ini turut meningkat, naik dari Rp2.500 per kg menjadi Rp3.600 per kg, begitu juga dengan konsentrat, “ungkap salah seorang peternak pada sentra ternak Mungka, Yos Sariadi dalam percakapan dengan Haluan, kemarin.

Dikatakan, tak hanya pakan hasil produksi pabrik yang mengalami ke­naikan, tetapi harga jagung dan ikan kering untuk cam­puran ma­kan ayam buras turut naik. “Ham­pir seluruh campuran untuk ma­kan ayam naik, sehingga kami ditingkat pe­ngusaha ter­paksa menaikkan harga telur supaya tidak m­eru­gi,” jelasnya.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Kepala Dinas Peternakan Limapuluh Kota, Priyadi Budiman yang dikonfirmasi Rabu kemarin mengakui tingginya harga pakan ayam ras petelur. Sehingga populasi ternak unggas di Kabupaten Limapuluh Kota menurun. Tahun 2014 populasi mencapai 4.895914 ekor. Namun tahun 2015 ini diprediiksi populasi ternak ayam ras turun 20 persen bukan 50 persen seperti yang diberitakan sebelumnya, tegas Priyadi Budiman. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]