Waspada Travel Liar


Rabu, 19 Agustus 2015 - 20:04:23 WIB
Waspada Travel Liar

Masyarakat yang sering bepergian dengan kendaraan pun sudah paham membedakan mana angkutan pribadi biasa dengan travel liar. Umumnya travel liar ini ngebut di jalanan untuk ‘mengejar’ penumpang. Antara travel yang satu dengan travel yang lainnya saling berpacu. Kondisi ini sering menimbulkan kecelakaan.

Baca Juga : Capres 2024, PDIP Serahkan pada Keputusan Megawati

Namun pihak berwenang sendiri tampaknya menga­lami kesulitan memberantas travel liar ini. Razia-razia yang dilakukan Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas tak mempan. Travel liar tetap saja bergerilya tiap hari.   Satu sisi kehadirannya melanggar aturan, namun di sisi lain dibutuhkan oleh masyarakat. Itulah sebabnya mengapa travel liar ini tetap bertahan.

Namun demikian, kita perlu mengingatkan bahwa naik angkutan yang tidak resmi ini penuh risiko. Keamanannya jelas tidak terjamin. Cukup banyak terjadi kasus pemerasan terhadap penumpang pada travel liar ini. Hal ini dimungkinan karena tidak jelasnya identitas sopir travel tersebut hingga sulit pertanggungjawabannya.

Baca Juga : Tindakan KKB Papua Sangat Keji, Tembaki Guru dan Tenaga Medis Covid-19

Beda dengan angkutan resmi. Ada merek dinding dan jelas perusahaan pemiliknya. Jika terjadi sesuatu jelas pula kemana kita minta pertanggungjawaban.

Pada kesempatan ini kita tidak akan membahas perlu tidaknya travel liar ini ditertibkan. Hanya saja me­ngingatkan kepada masyarakat, khususnya calon penumpang untuk berhati-hati menaiki travel liar.

Baca Juga : Innalillahi, Pemilik Radwah Hartini Chairuddin Meninggal Dunia

Sudah acap terjadi kasus-kasus yang merugikan penumpang terjadi  di travel liar ini.  Kasus paling anyar terjadi Selasa (18/8). Korbannya seorang wanita bernama Rahma Agus Vera Dewi (39) yang hendak pulang ke Payakumbuh dari Kota Padang. Korban menghubungi travel liar untuk men­jemputnya di kawasan Siteba. Setelah korban naik, sampai di Air Pacah Bypass, sang sopir malah mem­belokkan kemudi ke arah Lubuk Begalung dengan alasan ingin mengambil uang.

Keterangan pihak kepolisian, pada waktu itu, korban tidak menaruh curiga pada pelaku karena diajak bicara dan bercanda. Malah, saat pelaku meminjam nomor rekening korban untuk mengambil uang yang akan ditransfer seseorang, korban bersedia memberikan nomor rekeningnya. Namun korban mulai curiga saat pelaku juga menanyakan PIN ATM korban.

Baca Juga : Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kembali Penggabungan Kemendikbud dan Ristek

Ketika pelaku memintanya, korban menolak dan terjadi cekcok hingga pelaku mulai memukul kepala dan menjambak rambut korban. Sedangkan mobil terus melaju menuju arah Indarung.

Untung saja korban tak kehilangan akal. Dia menarik rem tangan sehingga mobil tersebut berhenti mendadak. Korban pun berusaha keluar, tapi mobil kembali melaju. Korban lalu berteriak keras hingga memancing perhatian warga yang berada di tempat kejadian.

Warga yang mendengar teriakan korban di dalam mobil langsung memburu kendaraan tersebut hingga berhasil disergap tepat di Simpang Indarung. Pelaku menjadi bulan-bulanan warga.

Kita berharap kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Tentunya dengan meningkatkan kewaspadaan. Kalaupun ‘terpaksa’ naik travel liar, jadikan pilihan terakhir.  Hati-hati menumpang travel liar, karena penuh risiko. ***

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]