Harga Sawit Terendah, Petani Makin Menderita


Kamis, 20 Agustus 2015 - 17:43:17 WIB
Harga Sawit Terendah, Petani Makin Menderita

“Harga sawit dalam pa­ling terendah saat ini dan petani kita menjerit,” ung­kap Thamrin kepada Ha­luan Riau.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

Disebutkannya, dahulu ketika harga sawit masih tinggi seharga Rp900 saja per kilogram petani masih bisa membiayai biaya pen­didikan anak-anak mereka. Anak-anak petani sawit di Riau masih kuliah meng­gunakan sepeda motor pergi kuliah.

“Sekarang, untuk makan saja petani kita sudah susah,” ujar Thamrin.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Politisi Gerindra menye­butkan, kesulitan dan kelu­han petani yang menjerit rendahnya harga sawit dan karet dilihat dan ditemui langsung dalam reses yang dilakukan pada daerah pe­milihannya.

Padahal, kata Thamrin, harga sawit terendah saat ini betapa tidak dulu sempat anjlok pada tahun 2007 seharga Rp700 per kilogram tapi tidak separah saat ini Rp400 per kilogram.

“Padahal, 2007 lalu har­ga dolar Rp10 ribu per dolar. Sekarang, nilai tukar dolar senilai Rp14 ribu,” terang

DPRD Riau mendesak Pemprov Riau untuk segera melakukan koordinasi de­ngan pemerintah pusat ter­kait anjloknya harga komo­diti hasil perkebunan masya­rakat, terutama buah sawit.

“Pemprov harus segera koordinasi dengan peme­rintah pusat. Karena ini sudah berjalan satu bulan. Sebulan lagi saja harga se­perti ini, matilah masyarakat kita. Apalagi kalau terjadi tiga sampai empat bulan,” ujar Thamrin.

Disebutkannya, turun­nya harga komoditas sawit ini jelas akan menambah angka kemiskinan di Riau.

Menurut Politisi Asal Pelalawan ini,  masyarakat Riau wajar kecewa dengan pemerintah pusat. ketika harga sawit anjlok pusat diam-diam saja, ketika mu­sim panas akibat el nino dijawa pusat langsung ber­tin­dak dengan hujan buatan.

“Rendahnya harga sawit ini jelas membunuh pere­nomian masyarakat petani sawit dan karet dan lebih parah dampaknya kabut asap,” tandas Thamrin.

Hal senada disampaikan Ketua Dprd Riau Suparman. Politisi Golkar ini menye­butkan

Ini yang sekarang kita perlu pemerintah cari tahu dan memberikan penjelasan sehingga rakyat tidak

“Kita tidak bisa menang­gap remeh ini, sebab seba­gian besar masyarakat Riau menggantungkan hidup dari pertanian sawit ini,” tandas Suparman. (hr/rud)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]