Penataan Pasar Solok Butuh Dukungan Semua Pihak


Kamis, 20 Agustus 2015 - 17:47:49 WIB
Penataan Pasar Solok Butuh Dukungan Semua Pihak

“Instansi itu sangat vital dan perlu ikut ambil bagian supaya pasar tidak sem­rawut,” jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Kota So­lok Viveri Andra menjawab Haluan di kantornya, Selasa (18/8).

Baca Juga : Isi Galeri di Pekanbaru, Disperindag dan UKM Pariaman Siapkan 100 Kodi Mukena Tiap Bulan

Pihak Bappeda sendiri, kata Viveri, juga sudah mem­buat master plan pasar se­bagai tindak lanjut dari se­buah perencanaan pasar ke depan menyusul selesai di­bangunnya pasar semi mo­dern.

Master plan itu sebagai acuan dan pedoman dalam penataan pasar bagi SKPD tertentu karena master plan beranjak dari tingkat ke­butuhan masyarakat dan pedagang.

Baca Juga : Pemda Padang Pariaman Siapkan DAU 8% untuk Tangani Covid-19

Kesemrawutan pasar So­lok memang sudah menjadi buah bibir bagi masyarakat karena Pemda Kota Solok hanya memiliki 1 pasar saja.

Pasar yang berada di jantung Kota Solok selalu menjadi perhatian banyak orang karena orang ke pasar tidak hanya membeli kebu­tuhan tapi juga rekreasi. Makanya tidak heran selalu menjadi sorotan setiap saat.

Baca Juga : Polri Sebut 12 Teroris yang Ditangkap di Jatim Sumbangkan 5% Gaji ke Jamaah Islamiyah

Yang menjadi titik per­hatian, kata Viveri, masalah perparkiran dan penga­lo­kasian pedagang. Parkir memang suatu problem yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Orang datang ke pasar Solok tidak lagi naik angkutan umum, melainkan sudah banyak menggunakan sepe­da motor dan kendaraan pribadi.

Setiap mau berbelanja ke pasar Solok selalu menjadi pemikiran bagi masyarakat tentang parkir, lokasi parkir tidak ada yang permanen, malahan parkir sering dilak­sanakan di bahu jalan, depan pertokoan dan trotoar. Pada­hal arena tersebut sudah ada peruntukan namun selalu tersedot untuk parkir.

Baca Juga : Bantu Korban Kebakaran di Batang Biyu, IKPM dan Biker Pasbar Antarkan Sembako

Selain masalah parkir juga pedagang kaki lima yang tidak terkendali, yang membuat semrawutnya pa­sar Solok ulah pedagang kaki lima dan parkir ojek roda dua yang tidak teratur, jalan dua jalur di pasar Solok dibangun untuk antisipasi kemacetan, namun jalan itu malahan ditempati pedagang kaki lima yang menggalas bermacam kebutuhan, mu­lai buah-buahan, mainan dan parkir.

Pada master plan yang dibuat Bappeda sudah ada peruntukan untuk masing-masing pengguna pasar, mu­lai dari ojek roda dua, pe­dagang kaki lima dan akses jalan lingkar dalam pasar.

“Jalan lingkar Koto Pan­jang pasar Solok memang perlu dibuka kembali agar kesemrawutan di jalan dua jalur tidak ada lagi,” jelas Viveri Andra.(h/alf)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]