Mandra: Kejagung Agar Usut Aliran Dana Rp12 Miliar


Kamis, 20 Agustus 2015 - 18:10:36 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Kami minta kejaksaan jangan diskriminasi, usut tuntas kemana lari uang sebesar Rp12 milir ini. Dan mengungkap kejatahan ini setuntas-tuntasnya, kalau kita mau membereskan negara ini dari korupsi,” kata salah satu kuasa hukum Mandra, Juniver Girsang usai persidangan di Penga­dilan Tipikor Jakarta, Ka­mis (20/8).

Sedangkan untuk duga­an keterlibatan pihak lain termasuk pejabat di TVRI, harus diungkap tuntas oleh Kejaksaan Agung.

“Siapa saja penerima uang. Jadi jangan tanggung-tanggung, harus diminta pertanggungjawaban mere­ka yang telah menyalah­gunakan we­we­nang dan jabatan,” jelasnya.

Dia menegaskan, bah­wa kliennya hanya mene­rima uang senilai Rp1,516 milar untuk pembayaran 3 filmnya yang telah dijual. Jadi kerugian negara yang dinyatakan sebesar Rp12 miliar, kliennya tidak me­ngetahui.

“Mandra hanya mene­rima Rp1,516 miliar untuk 3 film. Itu jelas diterima Mandra. Kemudian setelah itu ada uang negara dibo­bol. Mandra tidak tahu sama sekali. Ini kami kata­kan sangat janggal dan tidak realistis,” tutupnya.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Mandra Naih me­nyebut bahwa kasus dugaan korupsi yang membelit klien­nya merupakan ke­jahatan yang sistematis un­tuk menjebak Mandra.

“Ini kejahatan yang sis­te­­matis penggarongan uang negara, ini sistematis men­jebak Mandra,” kata salah satu tim hukum, Juniver Girsang.

Dia menjelaskan siste­matis yang maksud yakni soal adanya pemalsuan tan­datangan Mandra dalam proses lelang program siap siar di LPP TVRI.

Kamis (20/8) siang, Ko­me­dian Betawi, Mandra Naih alias Mandra men­jalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sidang perdana ini bera­gendakan pembacaan dak­waan oleh jaksa penuntut umum.

Mandra didakwa mela­kukan perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri dan orang lain yang menimbulkan kerugian ne­gara.

Mandra merupakan ter­sangka kasus dugaan ko­rupsi dibalik pengadaan program siap siar TVRI tahun anggaran 2012 se­nilai Rp 47 miliar.

Dalam kasus ini pe­nyi­dik pidana khusus Kejak­saan Agung telah mene­tapkan lima orang tersang­ka yakni Eddy Machmudi Effendi (Direktur Keua­ngan LPP TVRI), Mandra Naih (Dirut PT Viandra Production), Iwan Cher­mawan (Dirut PT Media Arts), Yulkasmir (Pejabat Pembuat Komitmen) dan Irwan Hendarmin (Di­rek­tur Program dan Bidang LPP TVRI Tahun 2012). (h/inl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM