Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga


Kamis, 20 Agustus 2015 - 18:15:00 WIB
Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga

“Sampel tersebut untuk kepentingan identifikasi korban yang sudah dieva­kuasi dari lokasi kejadian di Jayapura. Di Pessel ada dua orang warga yang menjadi korban yaitu Epiardi bera­lamat di Ambacang Sawah Laweh Bayang. Kedua Ar­maita beralamat di Calau Bayang Utara,” katanya.

Baca Juga : Angka Kematian Karena Virus Corona di Sumbar Bertambah, Total 901 Kasus

Proses pengambilan sam­pel berlangsung dengan baik. Masing -masing ke­luarga kor­ban juga diminta menan­data­ngani surat per­nya­taan. ”Al­hamdulillah pe­ngambilan sam­pel berlang­sung dengan lancar. Selan­jutnya keluarga korban me­nunggu hasil ide­n­tifikasi oleh pihak berwenang. Ke­luarga korban diminta un­tuk tabah menghadapi mu­sibah ini,” katanya.

Epiardi meninggalka sa­tu isteri Darmayenti dan empat orang anak. Pertama Rido Ardianto (15), M. Putera (10), Silvia (5) dan Nindia Putera (1). Tanah Papua tetap saja menjadi harapan bagi keluarga ini untuk mencari rezeki.

Baca Juga : Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh di Sumbar Bertambah 242 Orang, Total 37.002 Kasus

Senin (10/8) menurut Darmayenti, suaminya be­rangkat ke Papua. Ia me­nyak­sikan suaminya itu ter­lihat enggan untuk balik ke Papua. “Kala itu si bungsu dipeluknya erat-erat dan kemudian menatapnya da­lam sekali,” katanya.

Dikisahkannya, saat mau berangkat itu, Epiardi ke­pada Darmayenti mengaku kakinya terasa berat untuk melangkah namun apadaya pekerjaan di Papua sudah me­nunggu. Sabtu (15/8) malam, Dar­mayenti terakhir kali ber­komunikasi dengan Epiardi. Di ujung telepon, suaminya itu berpesan agar menjaga anak-anaknya dengan baik.

Kemudian Minggu (16/8) dia menerima kabar dari ma­maknya di Oksibil Ja­yapura pesawat yang ditum­pangi Epiardi mengalami kecelakaan. Dunia ke­mu­dian terasa berguncang he­bat. “Tanah Papua tempat kami bertemu, dan tanah Papua pula yang me­misah­kan,” katanya.

Korban lainnya adalah Armaita warga Calau Ba­yang Utara. Maksud hati Armaita datang ke Tanah Papua untuk berjumpa de­ngan suami Mus­lim (40) yang telah enam bulan ber­a­da di Oksibil Jaya Pura, namun takdir be­ke­hendak lain, Armaita me­nga­lami kejadian nahas ber­sa­ma pesawat yang di­tum­pa­ngi­nya.

Armaita meninggalkan tiga orang anak masing-masing Martisa Fitri (20), Yulia Ningsih (18) dan Puja Amelia (14). Korban be­rangkat dari Bayang Senin (10/8) bersama menantu kakaknya Epiardi (yang juga korban) menuju Bandara Internasional Minang Ka­bau menuju Papua menum­pang Lion Air. Di Jaya Pura Armaita sudah ditunggu sanak famili untuk selan­jutnya menunggu pesawat selama lima hari ke depan.

Kontak terakhir Ar­mai­ta dengan anak bungsunya Puji Amelia di Calau Bayang berlangsung pada Minggu (16/8) sore. Komunikasi terakhir itu kemudian men­jadi kenangan yang tidak mungkin terlupakan Puji. Meski pembicaraan korban dengan Puji berlangsung singkat, namun kata demi kata yang di ucapkan korban meninggalkan bekas teramat dalam.(h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]