8 Calon Haji Urung Berangkat


Kamis, 20 Agustus 2015 - 18:17:09 WIB
8 Calon Haji Urung Berangkat

Sekretaris Panitia Penye­lenggara Ibadah Haji Embarkasi Padang, Damri Tanjung, kepada Haluan mengatakan, dengan batal­nya keberangkatan delapan CJH tersebut, pemberangkatan JCH Kloter I hari ini (21/8) akan menyertakan 442 CJH dan di­dampingi oleh 5 petugas haji.

Baca Juga : Realisasi PAD Bapenda Kota Padang Capai Rp98 Miliar pada Triwulan I

“Setelah visa jamaah yang batal berangkat dengan kloter satu itu selesai, mereka bebas memilih untuk berangkat dengan kloter yang diinginkan. Yang pasti, mereka tetap berangkat tahun ini, tidak ada yang batal kecuali terkendala masalah pri­badi jamaah itu sendiri, seperti sakit atau meninggal dunia,” kata Damri, Kamis (20/8).

Berdasarkan data yang dike­luarkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar, JCH kloter satu akan keluar dari As­rama Haji Tabiang pada hari ini pukul 11.30 WIB menuju Ban­dara Internasional Minangkabau (BIM). Dari BIM, JCH akan diterbangkan pada pukul 15.30 menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 3301.

Baca Juga : Danau Cimpago Padang Dipenuhi Sampah Kiriman

Sedangkan untuk kloter dua yang terdiri dari 450 jamaah yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya dan Kota Padang, dijadwalkan masuk asrama pada Sabtu (22/8) pukul 11.00 WIB, kemudian akan ter­bang pada keesokan harinya (23/8) menggunakan Garuda dengan nomor penerbangan GA 3302.

Damri juga menjelaskan, bagi JCH yang telah lebih dulu me­ngurus paspor secara perorangan, uang pengurusannya akan dikem­balikan pemerintah melalui Ke­menag Wilayah Sumbar. Hal itu dikarenakan biaya pengurusan paspor termasuk dalam tang­gungan pemerintah.

“Nanti seluruh calon jamaah akan kita serahi uang pengurusan paspor yang sebelumnya mereka urus sendiri, masing-masingnya Rp365ribu. Semuanya akan lang­sung diberikan sebelum JCH tersebut berangkat, tapi untuk kuota cadangan memang belum kami berikan. Dan selain itu JCH juga akan diberi living cost (uang pegangan) sebesar 1500 riyal per jamaah,” jelasnya lagi.

Tahun ini, Embarkasi Padang memberangkatkan total 4.891 dengan didampingi oleh 55 petu­gas. Rincinya, 3.599 jamaah berasal dari Sumbar dan 1.292 lainnya dari Provinsi Bengkulu. Jumlah tersebut dibagi menjadi 11 Kloter dengan rincian delapan kloter untuk Sumbar dan tiga lainnya untuk Bengkulu.

“Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini jamaah dari Jambi memang tidak berangkat melalui Embarkasi Padang. Karena berda­sarkan aturan Kemenag, satu embarkasi hanya boleh diisi oleh satu embarkasi antara. Sehingga Jambi bergabung dengan Batam dan Bengkulu dengan Sumbar. Jamaah embarkasi antara seperti tidak masuk asrama, melainkan langsung ke BIM, seperti jamaah Bengkulu yang nanti akan lang­sung ke BIM pada hari kebe­rangkatan,” tukasnya.

Asrama Masih Perlu Perbaikan

Kunjungan Anggota DPR Komisi VIII ke Embarkasi Pa­dang pada Kamis (20/8), menyi­sakan beberapa pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh Kementerian Agama sebagai pelaksana penyelenggaraan iba­dah haji. Di antaranya terkait masalah visa yang membuat kebe­rangkatan sebagian jamaah ter­tun­da, serta terkait kelengkapan asrama haji sebagai tempat ber­istirahat JCH sebelum terbang ke tanah suci.

Anggota Komisi VIII DPR RI Khatib Umam Wiranu me­ngatakan, tertundanya keberang­katan JCH karena terkendala visa sangat disayangkan. Sehingga ia berharap menjadi pelajaran bagi Kemenag pada penyelenggaraan haji di tahun berikutnya.

“JCH yang terpaksa menunda keberangkatannya karena ter­kendala visa, harus segera dise­lesaikan di Kedutaan oleh Ke­menag. Pokoknya, jamaah yang telah terdaftar pada tahun ini dan tidak bermasalah, semuanya harus berangkat pula pada tahun ini. Jangan sampai gagal hanya gara-gara proses administrasi,” kata Khatib Umam.

Sementara itu, Anggota Ko­misi VIII DPR RI lainnya, Asli Chaidir berharap agar penge­lolaan Asrama Haji Padang yang telah menjadi UPT di bawah Kemenag Pusat bisa terus di­perbaiki. Terutama dalam hal kualitas pelayanan, kelengkapan asrama, serta higienitas dan ke­lengkapan ruang kesehatan.

“Secara umum, kondisi Asrama Haji Padang sudah layak dan cukup baik. Hanya saja me­mang ada yang perlu ditingkatkan lagi terkait kebersihan, pelayanan dan kelengkapan peralatan. Se­perti ruang kesehatan, harusnya dilengkapi fasilitas pendingin, kursi roda, tabung oksigen, infus dan lain sebagainya. Lalu untuk kamar, yang masih dilengkapi tempat tidur bertingkat, agar segera diganti karena kebanyakan jamaah sudah berumur lanjut. Tapi karena asrama sudah menjadi UPT, pengawalan dan angga­rannya memang langsung dari pusat,” kata Asli.

Asli juga menyinggung terkait pengembalian uang paspor bagi jamaah yang telah mengurus paspor secara perorangan. Ia berharap agar uang tersebut sege­ra dikembalikan karena pengu­rusan paspor sudah diganti oleh pemerintah, sehingga uang pe­ngurusan tersebut menjadi hak jamaah. “Berdasarkan informasi dari panitia tadi, semuanya akan langsung dikembalikan. Seperti kloter satu ini, akan dikem­balikan uang paspornya nanti sore,” tutupnya. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]