Aturan Baru JHT Berlaku 1 September


Jumat, 21 Agustus 2015 - 19:46:11 WIB
Aturan Baru JHT Berlaku 1 September

“Perubahan peraturan ini dilakukan untuk meng­ako­modasi kondisi kete­naga­kerjaan nasional dan aspirasi yang berkembang di masya­rakat, khususnya yang terkait dengan pengaturan manfaat Jaminan Hari Tua bagi pekerja/buruh,” kata Menaker.

Baca Juga : Penembakan di New York Tewaskan Bayi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Dalam aturan baru terse­but, mulai 1 September 2015, JHT para pekerja yang berhenti bekerja atau terkena PHK bisa dicairkan sesuai besaran saldo.

JHT tersebut juga bisa dicairkan bagi pekerja yang meninggal dunia, yang su­dah mencapai usia 56 tahun, ataupun yang mengalami cacat tetap.

Baca Juga : Netanyahu Terkejut, Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang

Revisi tersebut dila­ku­kan untuk menampung as­pirasi pekerja yang meng­inginkan agar mereka dapat mencairkan JHT jika meng­alami PHK. Hal ini tidak bisa dilakukan dalam aturan sebelumnya.

Dalam revisi tersebut, para pekerja yang terkena PHK atau berhenti bisa mencairkan JHT satu bulan setelah mereka terkena PHK atau berhenti bekerja. “Itu substansi paling men­dasar dari PP 60/2015 yang merupakan PP revisi PP 46/2015,” kata Hanif.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Saudi Wajibkan Vaksinasi Covid-19 untuk Jamaah Dua Masjid Suci

Selain itu, di dalam PP 60 Tahun 2015 juga terdapat penjelasan soal pengaturan pencairan manfaat JHT, baik bagi pekerja/buruh yang mencapai usia pensiun, mengalami cacat total tetap, meninggal dunia, maupun terkena pemutusan hubu­ngan kerja (PHK) atau ber­henti bekerja.

“Tata cara dan pem­baya­ran manfaat Jaminan Hari Tua diatur lebih lanjut seca­ra detail dengan Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua,” kata Hanif.

Baca Juga : Bertemu AS, Netanyahu Sebut Pemerintah Iran Sebagai Rezim Fanatik

Peraturan baru menge­nai tata cara pencairan JHT itu menunjukkan persya­ratan bagi peserta yang akan mengambil manfaat JHT, yakni apabila peserta ber­henti bekerja karena me­ngun­durkan diri, terkena pemutusan hubungan kerja, atau meninggalkan Indo­nesia untuk selama-lama­nya.

“Pemberian manfaat JHT bagi peserta yang me­ngun­durkan diri dibayarkan secara tunai dan sekaligus setelah melewati masa tung­gu satu bulan, terhitung sejak tanggal surat keterangan pengunduran diri dari pe­rusahaan diterbitkan,” kata Hanif.  (h/kcm)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]