DPRD Akan Panggil Disprasjaltarkim


Jumat, 21 Agustus 2015 - 19:58:44 WIB
DPRD Akan Panggil Disprasjaltarkim

“Dari kunjungan lapangan hari ini diketahui dana yang dipakai untuk  proses awal  atau mera­takan lahan (cut and fill) pada proyek ini memakan ang­ga­ran hingga Rp200 miliar. Kami meni­lai itu terlalu banyak, seharusnya tak mencapai ratusan miliar,”  kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Rafdinal saat kunjungan kerja Komisi IV ke stadion utama Lubuk Alung, Jumat (21/8).

Baca Juga : Kadis Dukcapil Kabupaten Pessel Lakukan Sidam ke Unit Kerja Layanan di Kecamatan

Lebih lanjut dije­las­kan, un­tuk pembangunan proyek sta­dion utama Lubuk Alung dana bersumber dari APBD Provinsi Sumbar. Sebagai tahap awal, di tahun pertama pembangunan yang dimulai  2015 sekarang telah dikucurkan dana sebanyak Rp24 miliar.

Angota Komisi IV  DPRD Sumbar, Yulfitni Djasiran juga mengatakan, proses awal pe­nger­jaan stadion utama Lubuk Alung yang  capai angka Rp200 miliar memang adalah bentuk pem­borosan atas  uang negara.

Baca Juga : Distanhortbun Laksanakan Rakor dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Triwulan I

Dari informasi yang di­beri­kan  pihak Prasjaltarkim, tam­bahnya, selain untuk proses cut and fil anggaran Rp200 miliar tersebut memang akan digu­nakan juga untuk biaya pem­bebasan lahan.

Kendati di dalamnya ter­masuk anggaran pembebasan la­han, ulasnya, tetap saja bo­ros. Sebab, jika setiap meter tanah masyarakat yang dibebaskan dihargai Rp100 ribu, ma­ka sisa uang yang akan digu­nakan untuk proses cut and fill adalah Rp500 ribu untuk setiap meter ta­nah. ”Nilai Rp500 ribu permeter untuk cut and fill inilah yang kami nilai terlalu tinggi. Seha­rusnya memang tak semahal itu,” tandas Yulfitni.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Bermanfaat Bagi Pengobatan Lansia

Kasi Pelaksana Tata Ba­ngunan Gedung dan Lingkungan Dinas Parsjaltarkim Provinsi Sumbar, Aprimensyah men­jelaskan pem­ba­ngu­nan sta­dion utama Lubuk Alung akan diba­ngun di atas tanah seluas 39.5 hektare.  Pembangunan ditar­getkan selesai tahun 2024 de­ngan memakan anggaran sekitar Rp1,8 triliun.

”Yang akan dilak­sana­kan ta­hun sekarang adalah pem­bukaan jalan baru dan cut and fill untuk posisi datarnya bangu­nan,” jelasnya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 175, Sembuh 172, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Saat ditanya tentang ang­garan cut and fill yang dinilai terlalu besar, ia menyebut tak bisa menjawab ini karena karena bukanlah wewenangnya.

Terkait persoalan ini, Kepala Dinas Parsjaltarkim  Provinsi Sumbar ketika dikonfirmasi  tentang  hal ini mengatakan, informasi tersebut sama sekali tidaklah benar.  “Jika diratakan secara keseluruhan, mungkin iya akan menghabiskan anggaran Rp200 miliar. Tapi dalam peren­canaan yang kita buat tidak semua lahan yang ada akan diratakan,” ucap Suprapto saat dihubungi tadi malam.

Ia menyebut, hanya bebe­rapa bagian yang akan dira­takan, salah satunya memang pada posisi stadion akan di­bangun. Untuk  hal tersebut biaya cut and fill-nya  di­per­kirakan juga tidak­lah terlalu banyak, yakninya hanya di kisaran Rp2 miliar.

“Untuk  fasilitas dan sarana prasarana lainnya,  kita akan bangun sesuai kondisi tanah. Jika tanahnya di ketinggian ya kita sesuaikan saja. Begitu juga sebaliknya.  Jadi, sekali lagi saya tegaskan biaya pemerataan seba­n­yak Rp200 miliar tersebut sam­a sekali tidaklah benar,” pungkas Suprapto.  (h/mg-len)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]