8 JCH Kloter 1 Belum Dapat Visa


Jumat, 21 Agustus 2015 - 20:02:12 WIB
8 JCH Kloter 1 Belum Dapat Visa

Sodik mengaku Komisi VIII, yang menjadi mitra kerja Kementerian Agama, sudah melakukan peninjauan langsung ke lapangan mengenai persiapan pemberangkatan jemaah haji ini. Faktanya, kata dia, sampai hari ini masih banyak jemaah haji kloter pertama yang belum memiliki visa. Padahal, sudah waktunya mereka diberangkatkan.

Baca Juga : Dukung Kemajuan Olahraga, Pemko Padang Bakal Bangun Stadion Sepak Bola Bertaraf Internasional

Sodik menilai, kekacauan ini dapat terjadi karena Menteri Agama terlalu tergesa gesa, tidak menerima penjelasan utuh dan tidak me­nyediakan waktu melakukan verifikasi terhadap laporan para stafnya, terutama staf di berbagai daerah dan embarkasi pemberangkatan.

“Ini bukan mengada-ada apalagi cerita fiksi. Ini fakta yang ditemukan kawan-kawan Komisi VIII yang kemarin siang berangkat melak­sanakan tugas pemantauan dan pengawasan  di berbagai embarkasi,” ucapnya.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah Bagi 150 PNS

Belum Dapat Visa

Satu Jemaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang (kloter) satu embarkasi Padang dipastikan gagal berangkat karena mengalami gangguan kesehatan. Pasien tersebut bernama Farida Binti Abdul Majid (67) dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang penyakit dalam Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang.

Baca Juga : Jelang Ramadan 1442 H, ACT Lakukan Gerakan Kebaikan Tanpa Batas

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Umrah dan Haji (PUH) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Sumbar, Efrizal kepada Haluan mengatakan, seharusnya jemaah bernama Farida tergabung dalam 442 jemaah yang bertolak ke Madinah dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dalam pemberangkatan pertama, Jumat (21/8) pukul 11.30 WIB.

“Jemaah tersebut mengalami hipertensi. Kabar terakhir masih dirawat. Kami akan terus jalin komunikasi dengan tim kesehatan untuk memantau kondisi jemaah tersebut. Apabila memang telah layak untuk berangkat, yang bersangkutan akan langsung kami berangkatkan bersama kloter selanjutnya,” jelas Efrizal.

Baca Juga : Pasar Murah di Padang, Banyak Diskon yang Ditawarkan

Ia meneruskan, kloter pertama yang awalnya berjumlah 450 orang berkurang menjadi 442 karena delapan JCH belum mendapatkan visa. Sisa 442 tersebut kembali berkurang setelah satu JCH mengalami gangguan kesehatan. “Jadi yang berangkat pada hari pertama ini totalnya 441 ditambah lima petugas yang terdiri dari satu petugas haji, satu pembimbing, satu dokter dan dua perawat, semuanya berasal dari Padang,” lanjutnya.

Mengenai perkembangan terakhir jemaah yang gagal karena kendala kesehatan tersebut, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil, Gustavianof, kepada Haluan mengatakan, kondisi JCH bernama Farida mulai membaik, meskipun demikian terus dipantau perkembangannya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar, dijadwalkan kloter dua yang terdiri dari 450 JCH akan masuk asrama haji Padang pada Sabtu 22 Agustus (hari ini, red) pukul 11.00 WIB untuk beristirahat sebelum terbang pada Minggu pukul 11.30 WIB menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan (number flight) GA 3302.

450 JCH kloter dua merupakan jemaah asal Sumbar yang terdiri dari 4 kabupaten/kota asal, antara lain Kab. Tanah Datar sebanyak 199 JCH, Sijunjung 96 JCH, Dharmasraya 87 JCH dan Kota Padang 68 JCH. (h/mg-isq/kcm)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]