Petani Beralih Bertanam Ubi Kayu


Ahad, 23 Agustus 2015 - 19:03:30 WIB
Petani Beralih Bertanam Ubi Kayu

Harga sawit di luar  per­kebunan inti rakyat rata-rata dipatok toke seharga Rp350 hingga Rp400 per­kilo­gram­nya, sementara harga yang diharapkan petani Rp1900 perkilogramnya.

Baca Juga : 10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih

Ijal (57) warga Kambang Utara Kecamatan Lenga­yang menyebutkan, harga TBS jauh dari sepadan de­ngan biaya pengolahan lahan dan tuntutan kebutuhan ha­rian. Harga ideal sawit ada­lah Rp1900 per kilogram sementara yang terjadi ma­lah sebaliknya. Dengan har­ga pada kisaran Rp350 - Rp400 sebetulnya petani harus menutup biaya-biaya Rp1800, na­mun karena pe­tani tidak punya pilihan terpaksa menjual harga sa­wit seperti saat ini.

Dia berandai-andai bila harga sawit Rp1900 per­kilogram dia bisa membayar upah buruh untuk memanen dan perawatan. ”Sekarang, karena harga sawit tidak menguntungkan, terpaksa dikerjakan sendiri dan anak­nya. Dikerjakan sendiripun masih belum meng­gem­bi­rakan. Biaya pupuk saja setiap batang memerlukan dana Rp800, belum lagi pembersihan lahan dan bia­ya angkut,” katanya.

Baca Juga : Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila

Hingga kini petani di Pesisir Selatan tidak me­ngetahui harga sawit yang berlaku secara umum. Bisa dikatakan, petani sawit di­daerah tersebut buta harga. Petani disini menyerahkan begitu saja harga sawit pada toke atau pedagang pe­ngum­pul.

Berdalih biaya angkut tinggi, harga tandan buah sawit segar (TBS) saban waktu selalu tergantung pa­da keinginan tauke. Pada waktu waktu tertentu bah­kan harga ditekan tauke pada harga tidak wajar.

Baca Juga : Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar

Dia mengatakan, pihak tauke sawit memiliki alasan sendiri bila harga ditu­run­kannya. Misalnya salah satu penyebabnya adalah ting­ginya biaya angkut ke pab­rik. Atau beralasan TBS menumpuk di gudang pe­nyim­panan selama berhari-hari. Be­gitupula kondisinya dipab­rik, kendaraan pe­ngang­kut antre berjan-jam.

Nawir (61) petani sawit di daerah tersebut me­nga­takan. Ia telah menjalin hubungan dengan touke se­menjak sepuluh tahun lalu. Touke memberikan bantuan kepadanya disaat petani alami kesulitan.

Baca Juga : WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid

“Saya dibantu pupuk bila tidak ada dana pembeli pupuk. Kemudian bila beras tidak ada touke juga siap memberikan pinjaman ke­pada kami. Jadi kami sangat tertolong,” katanya.

Akibat hubungan seperti itu menurut Nawir ia tidak punya pilihan lain untuk menjual TBS bila masa pa­nen tiba. Berapapun harga yang ditetapkan touke ia tidak bisa mengelak. “Meski dengan menjual sawit se­harga Rp350 kami tidak mungkin melupakan jasa touke disaat kami dalam keadaan sulit,” katanya.

Selanjutnya Naldo petani di Kambang Utara justeru telah banting stir dengan menanam ubi kayu di lahan­nya. Menurutnya, ubikayu lebih menguntungkan dari­pada sawit. Harga ubi kayu relatif stabil yakni 2500 perkilogramnya.  Satu pe­riode tanam meng­habiskan waktu enam hingga delapan bulan. Hasil yang diperoleh cukup me­nguntungkan.

Selanjutnya, Yendi Imam Bandaro Kampai juga sangat terarik dengan ta­naman ubikayu. “Harga TBS tidak menentu, lebih baik kita beralih ke tanaman muda semisal ubikayu,” tutupnya. (h/har)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 16:31:51 WIB

    10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih

    10 Juta Orang Menjomblo di Rusia, Pemerintah Wajibkan Pria Miliki Dua Istri atau Lebih Bagi Anda kaum Adam yang ingin memiliki istri lebih dari satu, tak ada salahnya mencoba pindah kewarganegaraan ke Rusia. Sebab, di sana populasi yang tidak seimbang antara perempuan dan laki-laki membuat pemerintahnya mengelu.
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 16:20:38 WIB

    Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila

    Bill Gates Peringatkan Cuaca di Bumi Bakal Makin Gila Belakangan ini seolah tak hentinya Bill Gates melontarkan peringatan tentang bahaya perubahan iklim. Salah satunya terkait kondisi cuaca yang bisa jadi akan semakin ekstrim pada masa-masa mendatang..
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 12:46:25 WIB

    Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar

    Satu Orang Tewas Saat Polisi Bubarkan Demonstran di Myanmar Kepolisian Myanmar kembali melepaskan tembakan untuk membubarkan para demonstran antikudeta yang memadati jalan-jalan di Myanmar pada Minggu (28/2). Seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas tertembak sementara yang lain mengal.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:23:47 WIB

    WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid

    WHO Pusing, Ada Ancaman Baru ke Vaksin Covid Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah 'pusing'. Ini terkait pasokan vakin corona (Covid-19) yang adil ke seluruh dunia..
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 14:51:11 WIB

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan pembicaraan dengan Raja Arab Saudi Salman pada Kamis (25/2). Dalam percakapan perdana sejak Biden resmi menjadi pemimpin negara adidaya itu, ia menekankan komitmen AS untuk me.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]