Kelurahan Purus Belum Bebas dari Kawasan Kumuh


Ahad, 23 Agustus 2015 - 19:15:26 WIB
Kelurahan Purus Belum Bebas dari Kawasan Kumuh

“Yang tinggal di sini kan kebanyakan warganya ngon­trak, jadi rata-rata rumah kontrakan itu tidak punya WC, makanya sistem Aster masih berjalan sam­pai seka­rang. Adapun yang pakai jamban, tapi karena tanah­nya sempit mereka tidak membuatkan septic tank nya, makanya disa­luran drainase itu banyak BAB warga yang te­rong­gok,” ujar­nya, saat mem­perlihatkan langsung salu­ran drainase kepada awak media saat melakukan kun­jungan lap­a­ngan ke­gia­tan work­shop media Prog­ram Pe­ning­katan Kua­litas Per­mu­kiman (P2KP) Sum­bar, Jumat (21/8/).

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 26 Februari 2021

Di lokasi yang sama, Koordinator Dewan Pim­pinan Kolektif BKM Pu­ruih Saiyo, Baharuddin me­nga­takan, untuk mengubah pe­rilaku hidup warganya agar mengikuti pola hidup sehat, memang butuh kerja ekstra keras. Karena, se­bagai dae­rah yang berada di pesisir pantai, persoalan sanitasi memang terbentuk pada persoalan budaya.

“Budaya hidup warga pesisir ini, BAB di jamban atau kakus keluarga sangat jarang. Selain itu, warga yang rata-rata merupakan bukan warga tetap (ber­mukim di rumah kon­tra­kan-red), sa­rana prasana kakus dikon­trakan mereka juga tak ada. Jadi, sistem aster itu masih membudaya sampai seka­rang,” ung­kapnya.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Batu Bara Perempuan Asal Sumbar, Mulai Bisnis dari Umur 18 Tahun

Lurah Purus, Salman S mengatakan, bahwa tidak hanya soal sanitasi tapi war­ganya juga bermasalah de­ngan pasokan air bersih dari PDAM. Pada gempa 2009 lalu, jaringan induk pipa PDAM mengalami keru­sakan cukup parah. Sehingga air tidak mengalir lancar ke rumah-rumah warga. Jika memanfaatkan air sumur, kualitasnya juga tidak bagus. “Di siang hari, air tidak mengalir. Paso­kan air baru datang saat jelang tengah malam,” ulas­nya.

Dikatakan juga, untuk mengatasi persoalan jamban wilayahnya ini mendapat program bantuan pem­ba­ngunan dua unit jamban ke­luarga yang dikerjakan ja­jaran Koramil Padang ber­sama warga setempat. “Jam­ban yang dibangun itu, baru selesai beberapa hari ini. Satu uni jamban tersebut, akan diman­faatkan oleh empat KK. Na­mun, masih banyak lagi di­perlukan jam­ban di kawasan ini,” te­rangnya. (h/mg-rin)

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]