Demo Mahasiswa Dihadang Aparat


Ahad, 23 Agustus 2015 - 19:23:18 WIB
Demo Mahasiswa Dihadang Aparat

Presiden Badan Ekse­kutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Unan­d Reido Deskumar kepada Haluan mengatakan, suara mahasiswa telah di­bung­kam oleh pemerintah melalui aparat. Padahal rak­yat hanya ingin menyam­paikan keluh kesah kepada pemerintah dengan yang cara damai dan terbuka.

Baca Juga : Tempati Rumah Dinas, Hendri Septa Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

“Sungguh menge­cewa­kan sekali saat kami hanya ingin menyampaikan aspi­rasi secara damai, tapi malah dihalang-halangi. Apa salah­nya rakyat ingin bertemu pemimpin negara untuk me­nyampaikan keluhan secara baik-baik. Karena melihat kondisi Indonesia saat ini, sangat wajar banyak yang ingin kami sampaikan dan peringatkan kepada pemim­pin negara,” kata Reido.

Dijelaskannya, beberapa poin penting yang hendak diutarakan kepada Wapres Jusuf Kalla antara lain ter­kait kondisi perekonomian yang jalan di tempat, bahkan semakin mundur dengan bukti makin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

“Banyak yang ingin kami sampaikan, selain situasi perekonomian yang makin merosot, isu serbuan tenaga kerja asing dari negara Chi­na ke Indonesia juga harus dijelaskan oleh pemimpin negara ini, karena hal itu akan sangat merugikan bang­sa Indonesia sendiri,” tegas Reido lagi.

Selain itu, lanjutnya, mahasiswa juga was-was akan isu bahaya laten PKI yang terlihat bebas muncul ke permukaan melalui atri­butnya. Belum lagi soal ketahanan pangan yang se­lalu digembar-gemborkan pemerintah, namun ke­nya­taannya saat ini Indonesia mengalami krisis daging sapi sehingga harganya me­lam­bung tinggi. Ditambah lagi rapor merah penegakan hukum, ketimpangan sosial, konflik yang marak terjadi dan lain sebagainya.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

“Momentum keda­ta­ngan wakil presiden seha­rusnya dapat kami man­faatkan untuk bertanya kepa­da beliau yang memiliki peran penting di negara ini pada saat ini. Tapi gerakan kami malah dihadang,” ke­sal­nya lagi.

Ke depan, lanjut Reido, mahasiswa tidak akan ting­gal diam meskipun gerakan dan suaranya selalu diha­dang. Momen setahun pe­merintahan Presiden Joko Widodo akan diper­timba­ng­kan untuk menentukan ge­rakan selanjutnya.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

“Kami minta pe­me­rin­tah bangun untuk men­s­tabilkan rupiah, sela­matkan rakyat dengan menstabilkan harga sembako, antisipasi perkembangan PKI, sedia­kan lapangan pekerjaan dan wujudkan ketahanan pangan sebagaimana dulu digem­bar-gemborkan sebelum terpilih, lalu nasionalkan aset yang masih dikuasai asing. Kami mahasiswa ti­dak akan pernah tinggal diam meskipun kerap kali dihadang,” tutupnya. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]