Terkena Proyek, Tanaman Diganti Pemerintah


Senin, 24 Agustus 2015 - 18:25:24 WIB
Terkena Proyek, Tanaman Diganti Pemerintah

Menurut Endarmy, dia meninjau kelokasi tersebut, karena dia mendapat infor­masi dari masyarakat, bahwa pekerjaan normalisaSI su­ngai itu terhenti karena ada­nya halangan dari pemilik lahan yang tanaman belum diganti.

Baca Juga : Door to Door, Karang Taruna TPL Padang Panjang Bagikan Takjil

Pada kesempatan itu aku Endarmy, dia berusaha me­nyakinkan warga pemilik lahan bahwa tanaman yang terkena oleh proyek tersebut pasti diganti pemerintah. “Pengantiannya bukan lagi ganti rugi, tapi ganti untung,” ujarnya.

Dikatakan ganti untung oleh Endarmy, karena dalam penetapan pengantian terse­but pemerintah telah me­netapkan harga sesuai jenis ta­naman yang diganti. Un­tung­nya lagi, karena dengan no­r­ma­lisasi banyak yang di­selamatkan dari musibah banjir.

Baca Juga : Info BMKG Gelombang Tinggi 8 Mei: Perairan Siberut Mentawai Capai 3,5 Meter

Sebelum normalisasi banyak rumah dan areal pertanian/perkebunan warga yang rusak oleh banjir, de­ngan normalisasi ini mus­i­bah banjir itu akan ber­kurang.

Untuk itu Endarmy me­ngajak warga untuk me­nsukseskan proyek ini dan tidak lagi menghalangi pe­kerjaan normalisasi. Pada kesempatan itu EWndarmy berjanji akan memfasilitasi pengantian tanaman itu dengan pemerintah daerah.

Walinagari Campago Kecamatan V Koto Kam­pung Dalam, Sumarjon yang dihu­bungi Haluan me­nyam­paikan, bahwa war­ganya ha­nya menanyakan ke­pas­tian kapan ganti tanaman di­rea­lisasikan. “Ada sekitar 7 pemilik lahan yang me­na­n­yakan hal tersebut,” akunya.

Terhentinya pem­ba­ngu­nan normalisasi itu aku Su­marjon, memang karena pemilik lahan yang meng­halangi. “Tapi kalau telah ada kepastian kapan diba­yarkan, pemilik lahan tidak keberatan pembangunan ini dilanjutkan,” terangnya.

Menurut Sumarjon, nor­­malisasi Sungai di naga­ri­nya tersebut merupakan APBD Provinsi Sumbar dengan anggaran lk. Rp2,6 milyar.

Bupati Padang Paria­man, H. Ali Mukhni, sehu­bungan hal tersebut, mene­gaskan bahwa pengantian tanaman warga tersebut te­tap akan dibayarkan. Pem­bayaran tersebut sangat ter­gantung dengan anggaran yang tersedia. “Kalau tidak tersedia akan dibayarkan pada APBD P 2015,” ujar Bupati seraya meminta war­ga untuk bersabar. (h/ded)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]