Pengelolaan Keuangan Setwan Pasaman Dipertanyakan


Senin, 24 Agustus 2015 - 18:37:30 WIB
Pengelolaan Keuangan Setwan Pasaman Dipertanyakan

“Kalau mengenai angga­ran yo ndak tau ambo do, cubo tanyo ka Yusri. (Kalau mengenai anggaran, tidak tahu saya, coba tanya ke Yusri),” ujar Nasir, Sekwan Pasaman.

Baca Juga : Menara Masjid Raya Sumbar jadi Daya Tarik Baru Wisatawan

Sementara Yusri, yang menjabat sebagai Kabag Umum itupun mengaku ti­dak mengetahui mengenai anggaran. Ia menyarankan pihak media bertanya lang­sung kepada Bendahara Set­wan. “Ndak tau wak menge­nai anggaran do, antah lah cair atau alun, cubo tanyo ka bendahara (Tidak tahu saya mengenai anggaran apakah sudah cair atau belum. Coba tanya ke bendahara),” jawab Yusri.

Kon­disi ini sudah ham­pir empat bulan. Pihak me­dia yang menjadi salah satu pihak yang berkepentingan langsung dengan anggaran yang belum cair itu, selalu mendapatkan jawaban yang berbelit-belit. Informasi yang disampaikan kepada pihak media, selalu menge­nai anggaran yang tidak cair karena tidak sesuainya mata anggaran dengan rekening anggaran.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

Selain itu, pihak sekre­tariat dewan juga menje­laskan belum cairnya angga­ran GU Setwan Pasaman karena adanya SPJ (surat pertanggungjawaban) yang tidak selesai.

Jelas saja jika kondisi ini dibiarkan, dapat merusak citra opini BPK RI yang diraih oleh Pemkab Pasa­man, yaitu Wajar Tanpa Pe­nge­cualiaan. Ketua DP­RD Pasaman Yasri, bebe­rapa minggu terakhir, telah me­wan­­ti-wanti agar pegawai di se­kre­tariat dewan menye­le­sa­ikan SPJ dan keuangan, agar pencairan dana beri­kut­nya­ lancar di DPPKA Pasa­man.

Akan tetapi, kata-kata Pimpinan Legislatif itu, sea­kan-akan tidak diindahkan. Sampai saat ini, anggaran GU belum juga terea­lisasi­kan. Sementara di lain pihak, anggota DPRD Pasaman nyaris setiap minggu mela­kukan kunjungan kerja ke luar daerah dan luar pro­vinsi, yang sudah pastinya memakan anggaran.

Belakangan ini, beredar isu tidak sedap bahwa telah terjadinya penyimpangan anggaran di Sekretariat De­wan yang dipimpin oleh Nasir, mantan kepala BPBD Pasaman itu. “Setahu saya tidak ada penyimpangan anggaran Rp300 juta, SPJ yang tidak selesai, kalau tidak digunakan dananya tentu tidak ada SPJ nya,” kata Nasir, menjawab kon­firmasi Haluan. (h/col)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]