Tuduhan Pertemuan Terselubung Bawaslu dengan IP Tak Terbukti


Senin, 24 Agustus 2015 - 18:43:42 WIB
Tuduhan Pertemuan Terselubung Bawaslu dengan IP Tak Terbukti

Dalam keterangannya, tiga komisioner Bawaslu Sumbar  membantah  telah melakukan pertemuan terselubung dengan  Irwan Prayitno.  Dikatakan Ketua Bawaslu Sumbar Elly Yanti menyatakan, tuduhan tersebut sama sekali  tidak memiliki dasar dan alasan yang kuat. Selain dilaporkan oleh pihak yang tak  menyebutkan identitas, laporan yang diterima Komisi I juga dinilai tidak memiliki bukti otentik.

Baca Juga : H-6 Lebaran, Pantai Purus Padang Sepi Pengunjung

“Pada laporan itu disebutkan telah terjadi sebanyak 7 kali pertemuan antara kami dengan bapak Irwan Prayitno. Atas dasar apa kami melakukan pertemuan sebanyak 7 kali? Dan,  jika memang itu  dilakukan, kapan waktunya? tentu harus ada bukti untuk semua  itu,” ucapnya.

Hal  senada juga disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Surya Efitrimen. Menurutnya sejak  dilantik September 2012 lalu, ia  baru tiga kali bertemu langsung dengan  Irwan Prayitno.  Pertemuan pertama terjadi bulan Oktober 2012.  Pertemuan pertama dengan Irwan Prayitno  tersebut juga dihadiri juga oleh dua rekannya Elly Yanti dan Aermadepa.  Dikatakan hal itu terjadi saat ia dan dua rekannya tadi diberi pembekalan usai dilantik pada September 2012 lalu.

Baca Juga : Irawati Meuraksa Serahkan Donasi Spensa Peduli di SMP Negeri 1 Padang

Selanjutnya, pertemuaan kedua Surya Efitrimen dan  Irwan terjadi pada November 2013. Menurutnya  juga pertemuan kedua ini berkaitan dengan pengisian jabatan sturuktural di Bawaslu Sumbar. Saat ia bertemu gubernur Irwan  karena pengisian jabatan tadi memang membu­tuhkan kewenangan dan tandatangan  gubernur.

“Terakhir, saya bertemu dengan bapak Irwan Prayitno di Sawahlunto Sijunjung. Itu  terjadi belum lama ini. Saat itu saya dan beliau saat sama-sama menghadiri acara Komisi Informasi yang diadakan di kota tersebut,”  jelas Surya. Pernyataan rekannya tadi diamini oleh, Aerma­depa.  Dimana pada laporan itu dikatakan, pertemuan terakhir  antara ketiganya dengan Irwan, terjadi pada tanggal 3 Agustus lalu. Sementara pada tanggal 3 sampai tanggal 4 Agustus tersebut, ia sedang  berada di Dharmasraya.

“Karena tak memiliki bukti kuat serta disampaikan oleh pelapor tanpa identitas yang jelas, kami menilai laporan tersebut hanyalah asumsi atau fitnah  yang tak memiliki dasar sama sekali”  tegas Aermadepa.

Tak hanya menyampaikan bantahan, ketiga  Komisio­ner Bawaslu juga menyesalkan sikap Komisi I DPRD Sumbar yang telah melakukan ekpos pada media tanpa mengkonfirmasi dahulu dugaan yang ditujukan pada mereka.  Menanggapi ini, Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Marlis menyebut, Komisi I sebagai  lembaga legislatif sifatnya adalah meminta klarifikasi.  Dituturkannya, klarifikasi harus dilakukan guna menjernihkan persoalan yang ada. Hal ini juga bertujuan agar pelaksanaan pilkada di Sumbar aman. (h/mg-len)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]