Sumbar Diselimuti Asap Kiriman


Selasa, 25 Agustus 2015 - 19:48:06 WIB
Sumbar Diselimuti Asap Kiriman

Dikatakan Budi, kabut asap yang kembali me­nyelimuti Sumbar tersebut belum mengganggu. Jarak pandang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) masih 5.000 meter dan tidak mengganggu penerbangan.

Baca Juga : Pembangunan Sea Wall di Padang Telan Anggaran Rp19,1 Miliar

Kabut asap yang mulai menyelimuti Sumbar itu mulai meresahkan sebagian masyarakat, karena sebelumnya daerah itu pernah mengalami pengaruh buruk dari kabut asap.

Salah seorang ASN Pemprov Sumbar, Asmi (28), mengatakan pada Senin (24/8) kabut asap di Sumbar mulai menebal. Tetapi, setelah turun hujan pada Senin malam, kabut asap itu mulai menipis kembali. “Kita berharap kabut asap ini tidak ada lagi, karena bisa meng­hambat aktivitas dan membuat sesak nafas,” ujarnya.

Baca Juga : Ragam Tradisi Jelang Ramadan, Begini Tanggapan Cadiak Pandai di Padang

Riau juga masih terus dise­limuti kabut asap. Kabut asap yang ada saat ini, merupakan kiriman dari dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Saking tebalnya kabut asap tersebut, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sempat terganggu pada Selasa (25/8) pagi kemarin.

Dua pesawat, yakni Lion Air dan Citilink tujuan Jakarta-Pe­kanbaru, terpaksa harus memutar beberapa menit di udara Kota Pekanbaru sebelumnya akhirnya mendarat. Hal itu disebabkan jarak pandang di Bandara SSK II Pekanbaru terganggu akibat ka­but asap.

Baca Juga : Jelang Puasa, Masyarakat Padang Mulai Laksanakan Ziarah Kubur

Kondisi itu dibenarkan Air­port Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Hasnan. Dika­takan, hal itu terpaksa dilakukan karena jarak pandang di Bandara SSK II hanya 500 meter. Untuk kea­manan, pesawat baru diper­boleh­kan mendarat setelah jarak pan­dang mencapai 1 kilometer.

Dikatakan, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT388, yang seharusnya landing pada pukul 07.15 WIB terpaksa harus mendarat pada pukul 07.28 WIB. Sedangkan Citilink dengan nomor penerbangan QG936  yang seharusnya mendarat pukul 06.55 WIB terpaksa harus mendarat pada pukul 07.33 WIB.

Baca Juga : Maanta Lamang, Tradisi Pengantin Baru di Minang untuk Mertua Jelang Ramadan

“Holding kedua pesawat ini sekitar 15-30 menit, sampai jarak pandang untuk landing mencapai di atas 1000 meter. Pendaratan baik, hanya holding beberapa menit saja,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Meteo­rologi, Klimatologi dan Geo­fisika (BMKG) Pekanbaru, Suga­rin, membenarkan terjadinya kabut asap tebal pada Selasa kemarin. “Ada penurunan jarak pandang akibat kabut asap pagi ini (kemarin, red) di beberapa ka­bupaten dan kota. Yakni Pekan­baru, Dumai, Rengat dan Pela­lawan. Namun kondisi terparah ada di Pekanbaru dan Pelalawan dengan jarak pandang hanya 500 meter,” terangnya. ((h/mg-isr/hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]