Dibantu Prabowo, WNI di Malaysia Bebas


Selasa, 25 Agustus 2015 - 19:48:40 WIB
Dibantu Prabowo, WNI di Malaysia Bebas

Dengan demikian, maka proses hukum terhadap Wal­­­­frida Soik telah ber­kekuatan hukum tetap. Da­lam siaran pers tersebut dinyatakan bahwa Mah­ka­mah Kota Bharu juga me­mutuskan Walfrida ditahan di Rumah Sakit Jiwa Permai Johor Bharu hingga men­dapatkan pengampunan dari Sultan Kelantan.

Baca Juga : Hebat! Kerupuk Ikan Produk UMKM Yan Cik Tembus Pasar Singapura

“Sesuai Hukum Acara Pidana di Malaysia, Wal­frida Soik melanjutkan pe­rawatan di Rumah Sakit Jiwa Permai Johor Bahru hingga dokter menyatakan sembuh total,” tulis pihak KBRI.

Duta besar RI di Ma­laysia, Herman Prayitno mengapresiasi sejumlah pi­hak yang memberikan per­hatian dan dukungan kepada Walfrida selama proses hu­kum berlangsung. Demi mem­­­­­percepat proses pem­be­basan Walfrida, Herman juga akan menyampaikan surat per­mohonan pe­ngam­punan kepada Sultan Kelan­tan.

Baca Juga : Rahmathan Lil Alamin Boarding School Nikmati Layanan Premium PLN

“Kasus Walfrida Soik menjadi pembelajaran yang sangat ber­harga akan pen­tingnya proses penempatan TKI sesuai UU Nomor 39 Tahun 2004 dan pen­tingnya memperkuat pencegahan terhadap tindak pidana per­daga­ngan orang mau pun pengiriman TKI tidak sesuai prosedur,” tutur Herman.

Walfrida dituntut hu­kuman mati atas kasus pem­bunuhan majikannya yang dilakukan pada Desember 2010. Ia merupakan korban perdagangan orang yang dikirim ke Malaysia secara ilegal. Saat dikirim ke Ma­laysia, Wal­frida masih di­bawah umur.

Sejarah Hidup Sulit

Walfrida Soik dinya­takan dokter punya masalah kejiwaan dan sejarah hidup yang sulit. Dalam sidang, tim pengacara KBRI Kuala Lum­­pur men­da­tangkan se­jumlah saksi ahli me­ri­ngan­kan bagi Walfrida. Saksi ahli yang didatangkan adalah dokter Badiah Yahya, dokter Nur Zamuna binti Moh Nur dan dokter Normaheza Ahmad Bad­rudin.

Menurut Dokter Badiah Yah­ya, kondisi gangguan psikotik akut dan transien (acute and transient psychotic disorder) dapat terjadi seketika untuk jangka waktu singkat karena adanya faktor pemicu. “Penjelasan ini mematahkan argumentasi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Puan Julia Ibrahim, bahwa Walfrida masih mampu berpikir setelah melakukan pembunuhan ter­hadap majikannya dengan adanya fakta bahwa dia masih sempat berganti pakaian dan mengambil dompet serta pakaiannya,” kata pernyataan pers KBRI.

Badiah juga menyampaikan, Walfrida mengalami disorganized speech and behavior atau bicara dan perilaku tidak teratur. Me­nurut Badaiah, kesimpulan ter­hadap hasil pemeriksaan jiwa Walfrida merupakan hasil kerja sama tim dokter yang terdiri dari beberapa pakar di bidangnya, termasuk pakar dari Universitas New Castle di Inggris.

Sementara Nur Zamuna binti Moh Nur, dokter di Rumah Sakit Permai Johor, yang pernah me­lakukan kunjungan khusus ke kampung halaman Walfrida di Atambua, NTT, menyampaikan bahwa berdasarkan data, analisis dan laporan atas sejarah kehi­dupan sosial Walfrida, ia me­ngalami banyak masalah di anta­ranya menderita penyakit epi­lepsi, menyaksikan pem­bunuhan semasa konflik, tidak bisa fokus dan diam yang menyebabkan dirinya tidak dapat bersekolah, suka berbicara sendiri dan sering menjerit di waktu malam.

Terkait keterangan tersebut, menurut KBRI, JPU meminta penjelasan lebih lanjut soal sum­ber data, ada tidaknya catatan kesehatan Walfrida dan usia Walfrida pada saat mengalami semua kejadian tersebut.

Ada pun saksi ahli ketiga, yaitu Normaheza Ahmad Bad­rudin yang melakukan peme­riksaan intelligence quotient (IQ) Walfrida, mengatakan bahwa Walfrida memiliki IQ yang sangat rendah (extremely low), yaitu 52. IQ rata-rata untuk orang seu­sia­nya adalah 90-110. Karena IQ yang rendah itu, Walfrida punya keterbatasan untuk memahami kenyataan yang ada di seke­lilingnya, sulit me­ngen­dalikan diri dan sulit mengambil kepu­tusan secara rasional.

Prabowo Nonton Langsung

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menonton langsung detik-detik putusan Mahkamah Rayuan Putrajaya yang menyatakan warga negara Indonesia asal Nusa Tenggara Timur, Wilfrida Soik, bebas. Hal tersebut disampaikan Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kuala Lumpur yang dite­rima pada Selasa (25/8).

Diketahui, selama ini Pra­bowo memberikan perhatian kepada kasus yang menjerat Wil­frida. Bahkan, pada masa tenang saat Pemilu Legislatif 2014 lalu, Prabowo terbang ke Malaysia untuk mengikuti sidang vonis Wilfrida. Prabowo pun menunjuk pengacara Muhammad Shafee Abdullah untuk membela Wil­frida di pengadilan.

Pada November 2013, Pra­bowo juga pernah bertandang ke Malaysia untuk mengetahui pro­ses hukum terhadap Wilfrida. Saat itu, ia mengaku banyak mengenal beberapa pejabat di Malaysia. Oleh karena itu, ia merasa dapat berperan aktif melakukan advo­kasi terhadap Wilfrida.

Wilfrida Soik dinyatakan bebas oleh Mahkamah Rayuan Putrajaya. Ini memperkuat ke­putusan Mahkamah Tinggi Kota Bharu yang menyatakan Wilfrida tidak bersalah melakukan pe­m­bunuhan atas dasar tindakan yang dilakukannya karena dianggap mengalami gangguan kejiwaan.

Sebelumnya, Wilfrida ditu­n­tut hukuman mati atas kasus pembunuhan majikannya yang dilakukan pada Desember 2010. Ia merupakan korban per­daga­ngan orang yang dikirim ke Ma­lay­sia secara ilegal. Saat dikirim ke Malaysia, Wilfrida masih di bawah umur. (kcm/met)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]