Atur Kelahiran Anak


Rabu, 26 Agustus 2015 - 19:34:35 WIB
Atur Kelahiran Anak

“Konsep penduduk me­ru­pakan titik sentral pem­bangunan, yang dikemu­kakan pada konfrensi Asia Pasifik ke 5 di Bangkok. Konsep itu mengungkapkan penduduk diposisikan seba­gai sumber daya yang paling penting dan berharga. Sebab penduduk merupakan mo­dal pembangunan,” kata Kepala Badan Pember­daya­an Perempuan dan Keluarga Berencana, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Keluarga Berencana (KB), Putri Yanhelmi pada pembukaan Pelatihan Ka­der Pengelola KB Provinsi Sumbar, Selasa (25/8) di Padang.

Baca Juga : Dunia Games League 2021, Dorong Gamer Indonesia Tingkatkan Kemampuan

Dijelaskan Putri, besar­nya jumlah penduduk dise­babkan tingginya angka ke­lahiran. Ini salah satu faktor penghambat pembangunan ekonomi.

Karena sebagian dari pendapatan negara yang seharusnya diinvestasikan bagi pembangunan eko­no­mi, terpaksa dikeluarkan untuk keperluan sandang dan pangan bagi mereka yang menjadi beban tang­gungan negara tersebut.

Baca Juga : Khusus Pria! 5 Model Rambut Ini Bisa Bikin Ganteng Maksimal

Secara umum di Indo­nesia, permasalahan pendu­duk ini tak hanya soal jum­lah penduduk (kuantitas) maupun mutu (kualitas) dan merupakan masalah yang dilematis dan kontradiktif. Di satu sisi jumlah pen­duduk yang besar meru­pakan modal dan potensi yang dapat meningkatkan produktivitas.

“Bila dapat dibina dan dijadikan tenaga kerja efek­tif, maka akan mengu­n­tungkan bagi kegiatan pem­bangunan di segala bidang. Sebaliknya pendudk dengan mutu dan kualitas rendah, yang tidak mampu bersaing karena minimnya kesem­patan kerja, akan menjadi beban dan penghambat pem­bangunan,” katanya.

Baca Juga : Ramadan jadi Momentum Penting bagi Perokok Aktif, Kok Bisa?

Karena itu sebut Putri, guna menekan permasalah di atas, program keluarga berencana salah satu upaya dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Tentunya melalui penga­turan kelahiran, guna men­capai laju pertumbuhan penduduk yang ideal dan seimbang.

“Untuk menyamakan pengetahuan dan wawasan serta visi misi KB nasional tadi, kami gelar pelatihan ini bagi para kader yang ada di kabupaten/kota. Melalui pelatihan ini, kami ha­rapkan permasalahan ke­pen­dudukan dan KB dapat menjadi perhatian serius semua pihak,” katanya lagi.

Baca Juga : Jakarta Masuk dalam Daftar Kota Termahal Dunia, Ini Penyebabnya

Pelatihan diikuti 60 ka­der pengelola KB di Sum­bar. Mereka dibagi atas dua angkatan. Pelatihan angka­tan I berlangsung pada Sela­sa dan Rabu (25-26/8). Se­dangkan angkatan II diseng­garakan Kamis-Jumat (27-28/8). (h/vie)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]