BI Lakukan Pembatasan Transaksi Dollar


Rabu, 26 Agustus 2015 - 19:37:13 WIB
BI Lakukan Pembatasan Transaksi Dollar

Menurutnya apa yang dialami saat ini terjadi ka­rena kondisi ekonomis dan non ekonomis. Dimana ne­raca pembayaran masih be­lum bisa berada dalam kon­disi ideal. Sehingga me­nga­kibat­kan terjadinya ketim­pangan, terhadap nilai ru­piah yang tidak pada tem­patnya.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

Sedangkan kondisi non ekonomis, terjadi secara global, dimana kondisi eko­nomi Amerika yang cukup baik, tetapi kondisi ekonomi negara diluarnya tidak men­capai pertumbuhan yang layak. Kondisi ini terjadi pada China, Jepang, Eropa, India dan beberapa negara lain­nya termasuk Indo­ne­sia,”ujar Ismet.

Begitupula halnya, lanjut Ismet, kondisi Yuan China yang juga tak menentu juga berdampak pada pe­re­ko­nomian Indonesia. Untuk itu, BI juga telah melakukan upaya dalam mengatasi kon­disi tersebut. Yakni meng­gesa realisasi APBD, me­ngurangi transaksi dollar bertujuan untuk mengurangi demand atau terjadinya te­kanan yang berlebihan.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Selain itu juga, BI juga menghimbau kepada seluruh eksportir untuk tidak meng­gunakan dollar dalam tran­saksi dagang, tetapi me­nambah suplay dalam negeri yang menggunakan rupiah. Serta memperkuat suplay produksi dalam negeri dari­pada luar negeri. Agar tidak ada ketergantungan terjadap barang impor.

Bagi spekulan tidak me­ngambil kesempatan dan perkeruh suasana. Walaupun pihaknya juga tidak bisa menyalahkan para pelaku spekulan yang mengambil untung dari kondisi saat ini. “Ini yang dinamakan spe­kulan, kami juga tidak bisa menyalahkan tetapi kami minta seharusnya tindakan spekulasi ini tidak dilakukan karena bisa perkeruh sua­sana,” katanya.

Ismet mengatakan ka­laupun ada kebutuhan dan permintaan dollar dalam jumlah besar, hendaknya digunakan untuk ke­pen­ti­ngan dan program yang pro­duktif atau keperluan pro­yek tertentu yang memang me­wajibkan penggunaan dollar.

Sosialisasi batasan tran­saksi penggunaan dollar dari sebe­lumnya senilai US$100.­000 menjadi US$25.000 dan harus menggunakan *under­lying* atau tujuan peng­gu­naan mata uang dollar ter­sebut. Pihaknya meyakini upaya ini dapat menekan pergerakan pelaku yang me­ngambil Kesempatan dalam kondisi pelemahan nilai tukar ini hingga kondisi kembali membaik. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]