Dinkes Imbau Warga Waspada DBD


Rabu, 26 Agustus 2015 - 19:46:02 WIB
Dinkes Imbau Warga Waspada DBD

“Saat ini kita telah me­lakukan pengsapan atau fog­ging dibeberapa wilayah yang ditemukan kasus serta be­berapa wilayah yang telah diidentifikasi adanya jentik jentik nyamuk penyebab DBD itu,” kata Kepala Bi­dang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, Ummy Kalsum kepada Haluan ke­marin.

Baca Juga : Mantan Wagub Sumbar Bangun Rumah Gadang Malintang Panai

Ia menambahkan, sem­pat ditetapkan sebagai Ke­jadian Luar Biasa (KLB) dibulan April lalu,harusnya menjadi pelajaran bagi ma­sya­rakat tidak saja pe­me­rintah kota dalam hal ini Dinas Kesehatan, untuk lebih waspada dalam me­mutus mata rantai pe­nye­baran penyakit yang dise­babkan oleh nyamuk Aides Aegypti tersebut.

“Intinya masyarakat ha­rus lebih peka dengan se­nan­tiasa meningkatan ke­bersihan lingkungan serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan lang­kah 4 M plus yakni me­ngu­bur, menguras, menutup dan memantau serta memakai obat anti nyamuk,’’ tambah dokter yang sebelumnya menjabat Kepala Puskesmas Sungai Durian ini.

Baca Juga : BMKG Sampaikan Kisaran Ketinggian Hilal Jelang Penetapan Ramadan, Sumbar 3,66 Derajat

Pengasapan atau fogging, terang Ummy, bukanlah so­lusi untuk pencegahan penyebaran penyakit ini, akan tetapi masyarakat tahu­nya bahwa jika terjadi kasus DBD harus di fogging, padahal pengasapan ini hanya mampu membunuh nyamuk dewa­sanya saja itu pun dilakukan sesuai dengan standar opera­sional pelaksanaan setelah dilakukan analisis penye­lidikan epidemiologi DBD,” terangnya.

Untuk itu diimbau kepa­da seluruh masyarakat agar dapat meningkatkan keber­sihan rumah dan lingkungan dengan senantiasa menjaga kebersihan dan mem­ber­sihkan potensi potensi tem­pat perindukan nyamuk Ai­des Aegypti yakni gen­a­ngan air yang tidak kontak dengan tanah dengan menutup, dan menguras bak penampungan air, mengubur barang bekas yang bisa menampung air, memantau indikasi jentik nyamuk serta memakai anti nyamuk bisa menjadi solusi untuk  mencegah dan mem­berantas penyebaran DBD.

Baca Juga : Waspada! Gelombang Tinggi di Mentawai Bisa Mencapai 5 Meter

“Hal yang terpenting dalam memutus mata rantai penyebaran DBD adalah dengan meningkatkan ke­bia­saan hidup bersih dan se­hat tidak mengharapkan pe­ngasapan atau foging se­telah terjadinya kasus DBD  se­perti yang selama ini dipikir oleh masyarakat,bahkan dengan foging nyamuk yang tidak mati akan menjadikan nya­muk tersebut semakin tahan atau resistance ter­hadap obat anti nyamuk nan­tinya,” jelas terang Ummy Kalsum.

Selain itu tambahnya, ma­syarakat juga harus meng­hindari kebiasaan meng­gan­tung pakaian dikamar, mem­perbaiki saluran dan talangan air, mengupayakan penca­hayaan dan ventilasi yang memadai, menabur bu­buk pembunuh jentik atau larva­sida,memelihara ikan pe­makan jentik seperti ikan cupang serta menanam ta­na­man yang tidak disukai nya­muk seperti lavender, zo­diac dan bungai tahi ayam, Dan bagi masyarakat yang ter­serang demam, demam me­ng­gigil dan ada bintik merah, sakit kepala dan lainnya agar sesegera mung­kin me­me­riksakan diri ke pelayanan ke­sehatan yang ada. (h/mg-rki)

Baca Juga : Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Painan, Also: Inilah Pemersatu Bangsa Kita

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]