Pemerintah Belum Punya Periode Krisis


Kamis, 27 Agustus 2015 - 19:30:06 WIB
Pemerintah Belum Punya Periode Krisis

Hadir dalam acara ini jajaran pengurus Partai De­mokrat antara lain Roy Suryo, Hinca Pandjaitan, Sudi Silalahi, Ani Yudho­yono, Dipo Alam, Amir Syamsuddin, Agus Her­man­to dan lainnya.

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

SBY yang malam ini me­makai batik coklat le­ngan panjang ini mengaku gem­bira setelah mendengar kabar baik, bahwa pemerin­tah me­nyiapkan paket kebi­ja­kan ekonomi untuk meres­pons kondisi ekonomi saat ini.

Menurutnya ada be­be­rapa saran yang memang perlu dilakukan pemerintah saat ini, yaitu Pertama, men­jaga pertumbuhan ekonomi, agar tidak turun, bahkan bila perlu bisa naik. Kedua, per­lu stabilisasi harga, seperti stabilisasi harga daging yang saat ini masih tinggi.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Ketiga, pemerintah perlu upaya melakukan pence­gahan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam hubu­ngan industrial

“Saya dengar sudah mu­lai ada gelombang PHK, harus dicegah, beri insentif untuk pengusaha, beri ke­reng­gangan. Do something untuk pelaku usaha agar tidak melakukan PHK ba­ru,” katanya.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

Keempat, soal kebijakan moneter, saat ini ada kecen­derungan dolar AS mening­kat dibanding dengan mata uang di negara-negara ber­kem­bang termasuk terhadap rupiah. Menurutnya dengan dolar sudah mencapai Rp 14.000 harus ada yang dila­ku­kan dalam kebijakan mo­neter oleh Bank Indonesia (BI).

“BI harus melakukan sesuatu. Kalau terlalu ren­dah nilai rupiah kita, ba­nyak perusahaan yang me­minjam dengan dolar, ba­nyak yang akan bangkrut, bisakolaps,” katanya.

Baca Juga : Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Benarkah?

Kelima, dari sisi fiskal harus lebih cermat dalam menghitung penerimaan pajak sehinga harus pas, yang kaitannya dengan porsi Ang­garan dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Keenam, SBY berpesan agar pemerintah bisa mene­nangkan masyarakat bahwa pemerintah punya solusi, termasuk terbuka. Kondisi yang dihadapi Indonesia juga dialami oleh negara lain seperti China, Malaysia. SBY juga berpesan tak perlu ada yang menyalahkan pi­hak pemerintah.

“Enam hal penting yang barangkali jadi masukan saya, saya tahu pemerintah sudah mempunyai banyak hal untuk memperbaiki gejolak, tapi ba­rang­kali pengalaman saya bisa berguna. Saya tidak bermaksud, dulu waktu saya memimpin se­mua­nya serba baik, tidak juga,” katanya.

SBY menegaskan semua pi­hak tak perlu menyalahkan siapa-siapa, masing-masing mengambil tanggungjawabnya. Ia menegaskan pemerintah perlu didukung penuh.

Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) perlahan menguat. Rupiah mulai bergerak meninggalkan level Rp14.000-an.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (27/8) sore nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.990 per dollar AS. Pada penutupan sore rupiah menguat 1,01 persen atau 142,80 poin.

Mengutip data Yahoo Fi­nan­ce, nilai tukar rupiah berada di level Rp13.997 per dollar AS pada pukul 17:26 wib. Sedangkan menurutJakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.128 per dollar AS.

Pelemahan rupiah paling parah sudah berlangsung se­minggu terakhir. Pada Kamis (20/8) rupiah dipatok Rp13.885 per dollar AS. Sejak saat itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus melemah. Pada Rabu (26/8) nilai tukar rupiah terpuruk di level Rp14.100 per dollar AS.

Pada pagi tadi rupiah dibuka masih melemah Rp14.135 per dollar AS. Namun, rupiah akhir­nya keluar dari tekanan dollar AS di level Rp14.000-an hari ini. (h/net)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]