Muaro Kambang Dapat Tambahan Proyek Normalisasi


Jumat, 28 Agustus 2015 - 20:26:45 WIB
Muaro Kambang Dapat Tambahan Proyek Normalisasi

Kepala Dinas PSDA Pes­sel Yusdi Rabu menye­but­kan, sebelumnya proyek pelurusan Muara Batang Kambang menggunakan da­na APBN tahun 2012 lalu. Pelurusan itu membawa dampak sangat besar terha­dap untuk mengurangi dam­pak bencana dan kese­lama­tan kawasan muara.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

“Sebelum dilakukan pe­lu­rusan Muara Batang Kam­bang, pintu muara selalu mengalami perubahan. Pin­tu muara tidak tetap sama sekali, hal ini berakibat sa­ngat buruk terhadap kese­lamatan apa saja yang ada di muara. Sementara bila ban­jir, maka akan menyebabkan lambatnya air mengalir ke laut,” katanya.

Disebutkannya, Muara Batang Kambang yang seka­rang ini diprediksi dapat mengurangi banjir di kawa­san Kambang sekitarnya. Dengan pintu muara yang besar dan lurus, air akan dengan mudah sampai ke laut. Lalu tahun ini ada penambahan bangunan di muara tahun anggaran 2015

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

Selain itu menurutnya, Muara Kambang juga me­mi­liki tumbuhan yang pa­tut dijaga. Misalnya pepo­honan manggrove. Jum­lah pohon manggrov sangat banyak dan cukup luas disini, na­mun selama ini pepohonan manggrov se­ring rusak aki­bat beru­bahnya pintu muara.

“Manggrove memiliki peranan sangat penting un­tuk menjaga kawasan ping­gir pantai, namun dulu se­ring rusak akibat beru­bah­nya pintu muara. Supaya tidak rusak atau punah ia per­lu dijaga,” katanya men­jelaskan.

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Disebutkan Yusdi, se­lain manggrove, juga terdapat berbagai jenis pohon lain­nya, misalnya nibung (palm) muara. Meski terb­atas kebe­radaannya juga perlu disela­matkan.

Selanjutnya, akibat tidak permanennya Muara Batang Kambang selama ini, juga mengakibatkan rusak­nya­kawasan pemukiman diareal sebelum muara. Selain me­ru­sak rumah warga, maka dulu juga telah terjadi keru­sakan sebuah sekolah dan sarana ibadah.

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

“Atas dasar itulah, Mua­ra Batang Kambang perlu diluruskan dan dibuat per­manen. Muara Batang Kam­bang saat ini telah selesai dibangun dengan membuat tebing dari susunan beba­tuan besar hingga menjorok kedalam laut,” katanya.

Selain itu, pemerrintah juga membuat pengaman dari di pinggir muara dari Jembatan Pasar Gompong hingga ke Pintu Muara. “Tu­juan­nya supaya tidak terjadi lagi pengikisan tebing,” katanya.

Walinagari Kambang Ba­rat Nurlison mengatakan, se­menjak Muara Batang Kam­bang di luruskan dan dibuat permanen juga ber­dampak pada keindahan muara. Ba­ha­kan semenjak beberapa bu­lan terakhir, Muara Ba­tang Kambang tumbuh men­jadi kawasan objek wisata. Dengan de­mikian, kebe­radaan Muara Batang Kam­bang juga telah menambah kawasan objek wisata pantai di nagari terse­but.

Jadi menurutnya, selain un­tuk menjaga ekosistim pan­tai dan kawasan muara, Na­gari Kambang Barat telah mem­persiapkan kawasan itu un­tuk berbagai iven. “Yang je­las, apapun kegiatannya ti­dak mengganggu keutuhan eko­­sistem pantai dan mu­a­ra,”­ katanya. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]