Bos Pelindo II Ancam Presiden


Jumat, 28 Agustus 2015 - 20:40:56 WIB
Bos Pelindo II Ancam Presiden

“Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasih tahu Pak Pre­siden, kalau caranya begini saya berhenti saja besok,” kata RJ Lino kepada Sofyan Jalil via telepon di Kantor Pusat PT. Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/8).

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

Berikut percakapan RJ Lino dengan Sofyan Djalil yang di­perdengarkan langsung melalui speaker ponsel kepada para war­tawan:

“Halo Pak Sofyan, selamat siang pak,” ucap RJ Lino.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

“Kenapa Pak RJ Lino?” ucap Sofyan.

“Ini saya pulang rapat di luar tiba-tiba kok begitu banyak polisi di kantor,” lanjut RJ Lino.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

“Ada apa?” balas Sofyan.

“Ada penggeledahan. Mereka cari file. Ya saya hormatilah tugas mereka. Tapi ya saya tidak bisa begini-ini. Harusnya dipanggil dulu, ditanya dulu, dicek dulu ada apa gitu ya.”

Baca Juga : Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Benarkah?

“Hmmm,” sahut Sofyan.

“Kemudian seperti Crane itu yang 10 itu. Very small investment dari investment yang besar. Ke­mudian itu kan sudah proses itu sudah diperiksa berkali-kali, BPK sudah periksa dan sudah clear juga, proses lelang sampai semuanya,” jelas RJ Lino.

“Yang dulu itu?” lanjut Sof­yan.

“Sebenarnya bukan lagi di­panggil KPK. KPK saya masih ikut campur untuk mutusin. Kalau ini saya sama sekali nggak tahu. Jadi mulai proses lelang,” ucapnya.

“Memang ada yang lapor?” balas Sofyan.

“Saya kira ini ada karyawan JICT yang laporlah ini biasa. Yang ini mulai proses lelang sampai diputusin pemenang kon­trak, saya tidak ngerti apa-apa,” ucap RJ Lino.

“Ya. Yaya.. terus?” jawab Sofyan.

“Saya tidak pernah teken kontrak. Terus terang saya SMS Pak Luhut Panjaitan (Menko Polhukam-red). Beliau lagi rapat. Saya protes besar. Kalau begini caranya, saya berenti lah se­karang,” jelasnya.

“Terus bagaimana sekarang?” jawab Sofyan.

“Kalau seperti ini caranya, saya berhenti saja. Nggak bisa negeri ini pak,” ucap RJ Lino.

“Ditelepon Pak Tito? Pak kapolda?” ucap Sofyan.

“Enggak tadi saya telepon Pak Luhut. Bukan kapolda pak. Tadi dari Bareskrim Polri yang ke sini. Pak Sofyan yaa, kalau Presiden tidak bisa clear hari ini, besok berhenti lah. Susah negeri ini seperti ini. Kita kayak dihukum media. Begitu datang, media begitu banyak. Saya seperti dibuat seperti kriminal. Come on Pak. I’m make this company so rich. Enggak fair pak. Bapak tolong kasih tahu presiden deh, kalau caranya seperti ini, saya ber­henti,” ancam RJ Lino.

“Ibu Rini Sumarno (Menteri BUMN) gimana?,” singkat Sofyan.

“Ibu Rini sudah telepon Ka­polri. Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasih tahu Presiden pak, kalau caranya be­gini saya berhenti saja besok. Saya sama sekali disappointed. Saya sama sekali disappointed.”

“Dasarnya apa?” ucap Sofyan.

“Dasarnya katanya ada ko­rupsi sama money laundring. Come on. Jadi Pak Sofyan tolong kasih tahu presiden, kalau tidak clearkan hari ini, saya berhenti besok. Saya tidak mau kerja seperti ini. Negeri ini tidak bisa seperti ini,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Ba­reskrim Polri bersama de­ngan Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan peng­ge­le­dahan ter­hadap Kantor PT Pelindo II. BUMN pengelola pelabuhan ini dianggap me­lakukan pencucian uang, me­lalui pengadaan 10 unit mobile Crane yang dibeli pada 2013 lalu yang memakan biaya mi­liaran Rupiah.(h/net)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]