Merangsang Motorik Anak dengan Bermain


Ahad, 30 Agustus 2015 - 18:27:12 WIB
Merangsang Motorik Anak dengan Bermain

Permainan dan aktivitas di luar dan dalam ruangan diakui Anna sama pentingnya, hanya saja memiliki pengaruh dan fungsi rangsangan yang berbeda pada anak. Bermain di dalam ruangan akan membantu anak merangsang koordinasi saraf motorik halus mereka. Motorik halus berhubungan dengan ke­mam­puan fisik yang melibatkan otot kecil, dan koordinasi antara mata dan tangan.

Baca Juga : Twitter Jadi Media Sosial yang Paling Tinggi Sebar Ujaran Kebencian

“Di dalam ruangan, gerakan untuk melakukan sesuatu pasti lebih terbatas, sehingga aktivitas yang dilakukan adalah yang agak tenang seperti main puzzle, atau bermain balok,” tukasnya.

Namun, tidak berarti ak­tivitas yang lebih aktif tidak bisa dilakukan di dalam rumah. Biasanya, Anda akan langsung marah ketika melihat anak-anak berlari-lari di dalam rumah. Sebaiknya, jangan selalu me­larang mereka untuk aktif di dalam rumah. Anna meng­ung­kapkan, aktivitas fisik yang aktif seperti itu justru akan membantu melatih anak mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, dan melatih keseimbangan tu­buh­nya agar tidak memecahkan berbagai perabot di rumah. Na­mun, kontrol dan pengawasan pada aktivitas anak tetap harus dilakukan oleh orangtua.

Baca Juga : Trik dan Tips dari Dokter Spesialis agar Kulit Sehat Selama Ramadan

Sementara itu, aktivitas di luar rumah sifatnya membantu anak melatih kemampuan koor­dinasi motorik kasar. Motorik kasar membantu anak-anak un­tuk melatih koordinasi antara kaki dengan tubuh, mata dengan telinga, dan lain sebagainya. Kemampuan koordinasi moto­rik kasar membuat anak-anak jadi lebih lincah dalam aktivitas fisik. Misalnya bermain bola, memanjat pohon, atau perma­inan rakyat seperti petak umpet, petak jongkok, atau gobak sodor. Perkembangan saraf motorik kasar yang baik akan membantu anak-anak untuk lebih aktif, daya tahan tubuh lebih kuat, serta memiliki tubuh yang lentur.

“Bermain petak jongkok bisa membantu koordinasi anak un­tuk berlari menghindari ‘mu­suh’, atau melatih daya ingatnya tentang siapa yang kalah. Selain itu, juga membantu melatih kemampuan kognitif anak untuk memikirkan cara dan strategi untuk menang, dan membantu kemampuan sosialisasi mereka dengan teman lainnya,” pungkas Anna. (h/kcm)

Baca Juga : Ingat Ya! Bayarkan Dua Hal Ini Dulu Kalau Dapat THR

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]