Harga Ayam Makin Mahal


Ahad, 30 Agustus 2015 - 18:33:16 WIB
Harga Ayam Makin Mahal

“Penjualan turun sangat jauh, karena konsumen me­rasa harga sangat mahal, disamping itu ayam juga bukan kebutuhan yang harus ada setiap harinya bagi war­ga,” kata Mar, salah seorang pedagang ayam kepada Ha­luan Minggu (30/8).

Baca Juga : Digelar dengan Kondisi Khusus, Tahun Ini Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji

Ia mengatakan, jika kon­disi seperti ini akan terus berlanjut, akan sangat berat baginya dan para penjual ayam lainnya, bisa bisa men­jadi bangkrut.baginya pem­beli merupakan denyut nadi ekonominya.

“Saya dan penjual lain inginnya menjual ayam de­ngan harga yang terjangkau, agar pembeli semakin sering memakan daging ayam, tapi dengan kondisi semakin tingginya harga dolar terha­dap rupiah modal juga ikut tinggi, sehingga saya ter­paksa menaikkan harga ju­al,” tambahnya.

Baca Juga : Lonjakan Covid-19 di India Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Disebabkan Varian yang Lebih Menular

Sekarang ini sebutnya, yang masih tetap membeli daging ayam kebanyakan dari masyarakat yang berju­alan makanan seperti pengu­saha rumah makan dan res­toran serta pedagang maka­nan yang bahan atau menu utamanya berbahan dasar daging ayam.

“Saat harga masih diki­saran Rp35.000 hanya kala­ngan masyarakat menengah saja yang membeli, kini dengan harga yang terus melambung hanya pe­lang­gan dari pengusaha rumah makan saja yang masih tetapi membeli, yang otomatis dagangan yang dijualnya juga ikut naik,” sebutnya.

Pantaun Haluan dibe­berapa rumah makan Di Sawahlunto, imbas kenaikan harga ayam juga ikut ber­pengaruh pada harga jual makanan yang bermenukan ayam jika bisanya harga sambal ayam goreng per potong di kisaran Rp8.000 kini dijual dengan harga Rp10.000 hingga Rp11.000 per potongnya.

Hal ini dibenarkan oleh Jon (46) salah seorang pe­milik rumah makan, harga satu porsi sambal ayam, kini dijualnya dikisaran harga Rp10.000 per potongnya, Saat harga beli ayam masih standar harga jual daging ayam yang sudah dimasak atau disambal masih cukup murah dikisaran Rp6.000 sampai Rp8.000 per po­tongnya, sedangkan harga nasi satu porsi komplit dipa­tok dengan harga Rp16.000 per porsi atau per bung­kusnya.

“Harga ayam melam­bung, mau tidak mau harga makanan yang saya jual juga ikut naik, seiring modal yang tinggi, kendati keberatan langkah ini harus diambil kalau tidak tentu bisa rugi,” kata bapak Jom yang biasa disapa pajok ini.

Belum lagi sesalnya, har­ga kebutuhan lainnya juga cukup tinggi saat ini mem­buat masyarakat lebih me­ngen­cangkan ikat pinggang, warga yang biasanya makan di warung kini cendrung kembali makan di rumah atau diolah sen­diri. Aki­batnya omzet pendapatan menjadi berkurang.

Jon meninginkan, kon­disi ini akan cepat berlalu, ia berharap pemerintah le­bih peka untuk mens­tabil­kan harga dan ekonomi ma­sya­rakat kembali, kalau kon­disi ini dibiarkan berlarut larut akan semakin menyu­sahkan seluruh masyarakat. (h/mg-rki)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]