Hasil Panen di Sijunjung Mulai Berkurang


Ahad, 30 Agustus 2015 - 18:47:29 WIB
Hasil Panen di Sijunjung Mulai Berkurang

Menurut Upik, akibat curah hujan yang jarang tu­run selama beberapa bulan belakangan ini, dirinya dan petani lainnya sempat kha­watir bahwa persawahan mereka akan mengalami gagal panen. Namun dengan hasil padi yang diperoleh saat ini, dirinya merasa ber­syukur, hasil sawahnya tidak terlalu berkurang. “Biasanya sawah saya menghasilkan 2-3 ton padi, namun kemarin, hanya 1,5 ton dan meski menurun namun cukup un­tuk mengganti modal berco­cok tanam,” sebutnya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Sementara itu, H. Das­wanto yang merupakan ke­tua Komisi III DPRD Sijun­jung mengatakan dampak tersebut bisa dikurangi jika pemerintah melakukan ge­brakan yang jelas terkait pertanian ini. Salah satunya dengan membangun irigasi tepat guna. Artinya, irigasi yang dibangun betul-betul mampu mengaliri persa­wahan masyarakat meski­pun kondisi musim panas.

“Jangan buat irigasi yang asal dibangun saja, tetapi iorigasi yang benar-benar bisa mengaliri lahan persa­wahan meskipun musim panas, sehingga bisa meng­hindari terjadinya gagal pa­nen akibat dari tidak ter­alirinya areal persawahan akibat musim panas yang berkepanjangan, apalagi wila­yah Sijunjung banyak perbukitan, sehingga ber­peluang untuk mendapatkan sumber  air,” tuturnya.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Selain hasil pertanian padi, Daswanto juga me­ngungkapkan perhatiannya terhadap kondisi harga karet yang belum menunjukkan kenaikan harga saat ini.

Menurutnya, kondisi harga karet yang tidak menun­jukkan perubahan harga ini semestinya sudah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Apalagi katanya har­ga karet murah sudah me­masuki masa tahun kedua.

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

“Kondisi ini sudah sa­ngat luar biasa, dulu harga karet sering turun, tetapi tidak berlangsung lama, tidak seperti sekarang de­ngan harga karet merosot dengan jangka waktu yang panjang, jika pemerintah tidak juga turut campur mencarikan solusi, bisa-bisa ekonomi masyarakat sema­kin anjlok,”sebutnya.

Sebagai daerah yang me­miliki 65 persen penduduk sebagai petani, pemerintah Kabupaten Sijunjung, menu­rut Daswanto sudah selayak­nya memberikan perhatian khusus bagi petani.

Baca Juga : Gubernur Minta Sumbar Jangan Lagi Masuk Zona Merah Covid-19

Karena dengan semakin turunnya harga komoditas petani, dan turunnya hasil panen masyarakat bisa ber­dampak semakin merosot­nya ekonomi masyarakat. (h/ogi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]