Demo Anti PM Najib Sampai Malam


Ahad, 30 Agustus 2015 - 19:10:49 WIB
Demo Anti PM Najib Sampai Malam

Kawasan Dataran Mer­deka, Kuala Lumpur, Ma­laysia, Minggu (30/8/2015) pukul 20.00  diguyur geri­mis. Para demonstran tam­pak mengenakan jas hujan dan payung untuk melin­dungi diri. Meski suasana terlihat tak menguntungkan, mereka semua tampak se­mangat mendengar orasi dari panggung.

Baca Juga : Hari Ini Harga Emas Masih Bertahan di Rp 937.000 per Gram

Suara terompet sendiri ter­dengar riuh di sepanjang jalan hingga di depan Masjid Jamek. Massa yang didominasi pemuda pemudi dari etnis China dan India ini membawa spanduk, poster, dan atribut lainnya yang meng­gambarkan keinginan mereka melengserkan Najib.

Tiga mahasiswa mendapat kesempatan naik ke atas pang­gung. Mereka berorasi di depan ribuan demonstran Bersih 4.0 di Dataran Merdeka.

Baca Juga : Sambut Lebaran, Matahari Basko Mall Diskon Besar-besaran

Ketiga mahasiswa ini naik ke atas panggung penuh pengeras suara yang terparkir di tengah jalan di kawasan Dataran Mer­deka, Kuala Lumpur.

Tiga mahasisiwa ini adalah Adam Fistival Wilfrid , Lau Yi Loong, dan Khairol Najib Ha­shim. Dari ketiganya, orasi Adam lah yang paling mencuri perha­tian. Dia mengaku terharu meli­hat ada ribuan massa bersatu untuk menggulingkan Najib dari tampuk kekuasaan.

“Saya teteskan air mata saya, semua ras bersatu di sini demi Bersih, anak muda harus ber­juang, bertahan melawan untuk kebenaran. Anak muda should defend, should protect, and fight for the truth!,” teriak Adam yang merupakan mahasiswa Malaya University ini.

Menutup orasinya, Adam pun menukil ucapan Presiden Re­publik Indonesia pertama Su­karno, dengan versi yang se­dikit berbeda tentunya.

“Saya mau bilang, beri seratus orangtua akan kugegarkan Eve­rest. Beri aku sepuluh orang pemuda, akan kugoncang dunia,” teriak Adam disambut tepuk tangan riuh ribuan demonstran yang kompak berbaju kuning.

Najib sendiri telah angkat bicara soal demo besar-besaran ini. Dia merasa rakyat Malaysia yang mendukungnya lebih banyak daripada demonstran yang ber­satu di Dataran Merdeka.

Massa berencana akan men­duduki Dataran Merdeka hingga pukul 00.00  saat pergantian hari. Diketahui Senin (31/8) meru­pakan Hari Ulang Tahun Ma­laysia.

Ada hal menarik saat berlang­sung demo. Para aktivis mem­bentuk tim sendiri untuk me­ngumpulkan sampah. Di se­pan­jang lokasi demonstrasi, ter­sedia banyak kantong-kantong plastik besar untuk menampung sampah.

Ada puluhan orang yang ber­tugas untuk memunguti sampah-sampah yang tercecar. Sampah-sampah itu kemudian diikat rapi, dikumpulkan di suatu tempat, untuk kemudian diangkut oleh mobil pembawa sampah.

Ada pula orang yang ditugasi untuk membawa poster-poster dan berkeliling. Di poster itu tertulis peringatan agar massa menjaga kebersihan lingkungan dan selalu membuang sampah ke tempat yang disediakan.

Selain itu, ada pula orang-orang yang ditugasi mencari volunteer. Para volunteer ini jika bersedia akan ditugasi me­mu­nguti sampah dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan. Tam­pak banyak pemuda pemudi yang bersedia melakukannya.

Aksi massa ini sendiri men­dapat kawalan pihak aparat ke­polisian. Sejak Sabtu (29) de­monstrasi berlangsung tertib.

Ancam Tangkap

Wakil PM Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi mengancam akan menangkap peserta reli Bersih 4 yang m­e­langgar hukum.

“Polisi terus memantau orang-orang di belakang reli Bersih 4.0. Mereka men­de­ngar­kan setiap kata yang diu­capkan,” ujar Dr Ahmad kepada The Star.

Sejauh ini belum ada pe­nangkapan, atau bentrok dengan polisi. Namun, katanya, bukan berarti polisi diam.

“Kami tahu apa yang terjadi. Ini bukan peringatan atau janji,” demikian Dr Ahmad.

Dr Ahmad juga mengecam klaim Bersih 4 mendapat du­kungan dari mantan PM Dr Ma­hathir Mohamad.

Sebelumnya, Datuk Osman Azian menjawab instruksi Dr Ahmad untuk menggunakan we­we­nang sebagai menteri dalam ne­geri dan menangkap peserta reli. “Menangkap mereka ilegal, apalagi menangkap setiap orang,” kata Datuk Osman.

Namun, menurut Datuk Os­man, UMNO mampu menge­rahkan reli tandingan dengan peserta lebih besar.

“Saya yakin bisa me­ngerahkan 200 ribu orang. Kami bisa menu­runkan Abdullah Ahmad Badawi atau Pak Lah, mantan PM Malay­sia,” katanya, mengomentari bergabungnya Mahathir Mo­hamad dalam reli.

Namun Dr M, demikian Ma­hathir Mohamad dipanggil, sem­pat mengatakan tidak men­du­kung Bersih 4.0 tapi mendukung rakyat. Dr Zambry Abdul Kadir, menteri besar Perak, mengatakan UMNO tidak akan menghasut kebencian dan menciptakan ke­marahan. Namun, lanjutnya, UM­NO bisa mengubah Kuala Lum­pur menjadi merah, biru, atau warna lain.

Kabinet Beda Pendapat

Keberadaan Mahathir Mo­hamad di tengah-tengah puluhan ribu demonstran Bersih 4.0 pada Sabtu malam, ditanggapi beda oleh kalangan cabinet. Wakil Perdana Menteri Malaysia  Ah­mad Zahid Hamidi menyebut hadirnya Mahathir bukan meru­pakan bentuk dukungan.

Dilansir Bernama, Minggu (30/8/2015), Zahid menyoroti durasi kehadiran Mahathir dalam unjuk rasa itu. Menurut Zahid, enam menit keberadaan Mahathir tidak berarti apapun.

“Itu hanya enam menit. Tidak ada kaitannya,” kata Zahid.

Namun suara berbeda di­lon­tar­kan Menteri Komunikasi dan Multimedia Salleh Said Keruak. Jika Zahid menganggap enteng, Salleh mengkritik keberadaan Mahathir di tengah-tengah de­monstran.

“Bagi saya, keberadaan Ma­hathir di dalam aksi demonstrasi itu menujukkan bahwa dia setuju dengan aksi itu. Keberadannya mendorong orang untuk ikut berdemonstrasi,” kata Salleh seperti diwartakan The Star.

Menurut Salleh, sikap yang ditunjukkan Mahathir berbeda menunjukkan dia tidak konsisten. Pada saat Mahathir menjabat sebagai Perdana Menteri, kata Salleh, dia menolak adanya aksi di jalanan. “Ini berarti dia me­ngubah sikapnya,” kata Salleh.  (h/dtc/inl/met)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]