Ibu Rumah Tangga Dituntut ‘Melek’ Teknologi


Senin, 31 Agustus 2015 - 17:51:19 WIB
Ibu Rumah Tangga Dituntut ‘Melek’ Teknologi

Menurut dia, dengan me­mahami teknologi, akan membantu pekerjaan de­ngan menghemat waktu, sehingga waktu yang dilu­angkan untuk keluarga lebih efektif.

Baca Juga : Selama Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah, Trafik Layanan Data Telkomsel Naik Hingga 49%

Dia menyebutkan ber­dasarkan data Badan Pusat Statistik 2012, dari total 112 juta jumlah pekerja di Indo­nesia, 43 juta di antaranya pekerja wanita yang ber­kontribusi dalam pertum­buhan ekonomi di Indo­nesia.

“Artinya, jumlah pekerja wanita hampir sama be­sarnya dengan jumlah pe­kerja pria, namun yang lebih penting pada saat yang sama, wanita bekerja harus tetap dapat menjalankan perannya sebagai ibu,” katanya.

Baca Juga : Wajib Tahu, Saat Ekor Kucing Mendadak Mengembang Artinya Begini

Maya menambahkan ber­dasarkan penelitian Niel­sen 2013, sebanyak 67 per­sen ibu rumah tangga saat ini percaya bahwa teknologi bisa membantu mereka.

“Mereka merasa ‘less stress’ karena adanya smart­phone yang bisa membuat sedikit santai dan tenang karena ada game dan media sosial,” katanya.

Selain itu, berdasarkan penelitian IMS 2013, sekitar 84 persen ibu setuju bahwa teknologi membuat hidup mereka lebih mudah.

Pengawasan Anak

Maya menilai kemam­puan ibu untuk mengo­pera­sikan teknologi juga bisa bermanfaat untuk menga­wasi perilaku anak yang sedikit banyak terpengaruh oleh perangkat-perangkat (gadget) yang dimiliki.

Ibu yang pernah ber­pro­fesi sebagai psikolog itu mengatakan perangkat hen­daknya digunakan sesuai fungsinya secara positif, yakni untuk menelepon, mengirim pesan kepada anak untuk berkomunikasi dan mengawasi keseha­rian­nya.

“Saya kalau di kantor juga “skype” (media sosial dengan fitur video) sama anak, itu mengurangi rasa bersalah saya karena waktu yang banyak dihabiskan di kantor,” katanya.

Namun, dia me­ngingat­kan agar para orang tua ber­ha­ti-hati dalam mem­beri­kan perangkat kepada anak, baik itu telepon selular, tablet atau yang lainnya.

“Orang tua jangan mem­berikan gadget (kepada anak) kalau belum mengerti, karena kita harus mengecek setiap harinya dia buka situs apa, bisa-bisa dia ke sana kemari membuka situs yang bukan untuk usianya,” katanya.

Maya mengatakan tidak ada patokan usia berapa anak diberikan gadget, asalkan sesuai kebutuhan untuk belajar dan memang mengerti penggunaannya.

Namun, dia juga ber­pesan kemudahan teknologi jangan dijadikan alasan un­tuk tidak bersosialisasi kare­na fenomena yang dite­mu­kan saat ini yaitu teknologi mengurangi interaksi lang­sung antarsesama.

“Caranya untuk tidak kecanduan media sosial, harus dipaksa sadar dan tahu waktu kapan meng­gunakan kapan harus ber­sama teman dan keluarga,” katanya. (h/ans)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]