Pessel Capai Target Produksi Padi


Senin, 31 Agustus 2015 - 17:54:58 WIB
Pessel Capai Target Produksi Padi

Disebutkannya, untuk mewujudkan peningkatan produksi padi diakuinya Pesisir Selatan masih meng­hadapi persoalan alat mesin pertanian pengolah lahan berupa mesin bajak sawah (hand tractor). Jumlah me­sin bajak yang ada saat ini masih belum sebanding de­ngan luas lahan yang men­capai 30.000 hektare lebih. Untuk mengolah lahan 30.­000 hektare tersebut dibu­tuhkan setidaknya 1400 mesin bajak.

Baca Juga : Pangkalan Militer AS di Irak Dihantam Roket, 5 Orang Dilaporkan Luka-luka

Afrizon Nazar menye­butkan, mesin bajak yang laik beroperasi sekitar 600 unit sementara kebutuhan Pessel 1400. “Artinya Pessel kekurangan 800 unit hand traktor.

Disebutkannya daerah tersebut memiliki luas sa­wah 30.344 hektare dan terluas di Sumbar. Dari jumlah itu 20.834 hektare beririgasi, 8.834 lahan tadah hujan, 356 pasang surut dan 320 lahan lebak. Sementara produksi padi selama lima tahun belakangan terjadi peningkatan.

Baca Juga : Hong Kong Larang Penerbangan dari India-Filipina-Pakistan Gegara Ada Virus Mutan

“Tahun 2014 lalu pro­duksi padi sebesar 299.200 ton, meningkat 7,9 persen dari tahun 2013 lalu yang hanya mencapai 26.272 ton,” katanya.

Sementara untuk men­capai tambahan target pro­duksi padi 85 ribu ton di Pessel, TNI gelar operasi militer non perang. Terkait hal itu jajaran Kodim 0311/PSS turunkan seluruh keku­atan untuk mendampingi petani semenjak awal tahun 2015 lalu.

Baca Juga : AS dan Rusia Makin Panas, Biden Peringatkan Putin Soal Navalny

Komandan Distrik Mi­liter 0311/PSS Letnan Ko­lonel Inf Joko M menye­butkan, sesuai perintah Pang­­lima TNI, seluruh pim­pinan kesatuan pada wila­yayah teritorial menurun­kan pasukannya mendampingi petani. Ditingkat kecamatan, Danramil menurunkan Ba­binsa mendampingi petani.

“Anggota TNI di Mako­dim 0311 telah mendapat pelatihan berbagai ilmu pertanian. Kemudian ditu­runkan mendampingi petani bersama petugas pertanian dari SKPD bersangkutan. Ini merupakan operasi mili­ter non perang untuk me­ning­katkan keamanan de­ngan cara meningkatkan produksi pertanian,’ katan­nya.

Baca Juga : Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Pakistan Tembus Rekor

Menurutnya, kebutuhan beras di Pesisir Selatan da­lam setahun sekitar 59 ribu ton. Berdasarkan angka itu ketahan pangan Pessel cu­kup baik jika dibandingkan dengan produksi beras Pes­sel.

Secara matematis kebu­tuhan pangan Pessel dalam setahun sekitar 59 ribu ton. Angka itu hanya dari pro­duksi beras saja, artinya warga Pessel tidak akan mengalami krisis pangan dalam satu tahun berjalan.(h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]