1.192 Pecandu Narkoba Bakal Direhabilitasi


Senin, 31 Agustus 2015 - 18:05:20 WIB
1.192 Pecandu Narkoba Bakal Direhabilitasi

Dijelaskannya, saat ini pada sejumlah RSUD dan RSU yang bukan penerima wajib lapor masih ke­ku­rangan akesesor terlatih. Sementara, pecandu telah tersebar di berbagai kala­ngan. Petugas yang dilatih diantaranya, dokter, pera­wat, psikolog dan sarjana psikolog. Peserta dijelaskan bagaimana cara mene­gak­kan diagnosis dan rencana terapi pecandu narkotik.

Baca Juga : Batang Arau Disiapkan untuk Berlabuhnya KRI Dewa Ruci pada Festival Jalur Rempah dan Pelayaran Muhibah Budaya Tahun 2021

Asesmen merupakan pro­­­ses penting dalam pe­mulihan pecandu, karena pada dasarnya asesmen be­r­tujuan untuk me­ngem­bang­kan rencana te­rapi dan me­nentukan prog­ram atau la­yanan spesifik. Dengan ases­men petugas terapi juga da­pat mengakji masalah medis pecandu dan kondisi lain yang perlu menjadi per­hatian khusus. Diantaranya, mene­gakkan diagnosis pe­nyu­sunan rencana terapi. “Kita berharap target 100 ribu rehabilitasi pada 2015 ter­capai,” pungkasnya.

Kepala BNNP Sumbar, Kombes Pol Arnowo me­ngatakan, saat ini Sumbar masih membutuhkan ba­nyak IPWL. Terutama ru­mah sakit yang dapat me­layani rawat inap dan rawat jalan pecandu. Karena dari 19 kabupaten/kota di Sum­bar belum se­muanya ter­dapat IPWl.

Baca Juga : Geledah Kamar Hunian, Petugas Lapas Klas II B Padang Temukan Sajam

Diharapkannya, dengan adanya asesmen ini gerakan untuk menekan angka pe­nyalahgunaan narkoba di Sumbar dapat ditekan se­maksimal mungkin. Dari target 100 ribu pecandu secara nasional, Sumbar ditargetkan merehabilitasi sebanyak 1.192 pecandu pada 2015. Jumlah tersebut termasuk pada rawat inap di Lembaga Pemasyarakat (LP). Se­mentara data pe­candu yang tercatat BNNP Sumbar melalui IPWL dan RSUD terdapat sebanyak 1.100 pecandu.

Sementara itu, Psikolog Debby F Hernawaty me­ngatakan sebelum me­na­ngani pecandu narkoba, petugas harus tahu tentang jenis-jenis narkotika yang digunakan pecandu. Ter­masuk efek penggunaan dan terminologi ketergantungan.

Baca Juga : Resmikan Surau Papan Palinggam Padang, Gubernur: Mari Ciptakan Pemimpin Masa Datang

Hal yang hampir senda juga diutarakan senada dr. Lusy Levina dari Ke­men­terian Kesehatan RI. Dika­takannya, dalam menen­tukan rencana terapi, petu­gas rehabilitasi perlu mem­perhatikan hal prinsip dalam memberikan re­ha­bi­li­ta­si. ”Seperti abstinensia, pengu­rangan frekuensi dan kep­a­rahan kekambuhan. Petugas juga harus mampu mem­berikan perbaikan fung­si psikologi dan sosial pecan­du,” ujarnya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]