Pembenahan Objek Wisata Jangan Sporadis


Senin, 31 Agustus 2015 - 18:06:33 WIB
Pembenahan Objek Wisata Jangan Sporadis

Ini menjadi catatan pen­ting bagi pengamat pari­wisata yang ada di Kota Padang dan pengunjung objek wisata.

Baca Juga : Ada Pos Pelayanan Prokes di Pasar Raya Padang

Pengamat pariwisata Ri­d­wan Tulus menilai Pemko Padang belum memahami pengembangan wisata yang sesungguhnya. Karena se­lama ini pembenahan wisata masih belum dijelaskan ko­n­sepnya seperti apa.

Menurut dia, jika Pemko Padang berniat untuk meng­genjot Pendapatan Asli Dae­rah (PAD) dari objek-objek wisata maka manajemen pengelolaan lokasi wisata harus dibenahi. Pantai Mua­ro Lasak, kata Ridwan cu­kup indah, jika dibenahi dan dikelola dengan benar.

Baca Juga : Jadwal Pendaftaran CPNS 2021 di Padang Belum Jelas

“Konsep wisata itu harus jelas, sehingga apa yang di­kerja­kan tidak berulang dan mub­azir. Contohnya pem­benahan pantai Padang, dulu pantai itu indah tanpa ada bangunan yang berjubel, kini kita lihat bangunan berdiri di sepanjang pantai. Ketika ada iven-iven besar baru di­be­nahi kembali, ini sangat disayangkan. Mesti­nya, ada atau tidak ada iven, objek-objek wisata harus terkelola dengan baik,” jelasnya.

Jika konsep pengem­bangan pariwisata di Kota Padang dilakukan seperti saat ini, kata Ridwan, maka Pemko Padang akan rugi, karena keuntungan sesaat tidak akan bisa mendukung pembangunan ke depan.

Baca Juga : Dilepas Rektor UIN IB Padang, Jenazah Masnal Zajuli Dimakamkan di Tanah Datar

“Akhirnya masyarakat tidak bisa merasakan indah­nya objek wisata di Kota Padang yang masih dipenuhi oleh pemalakan, bangunan liar serta harga menu yang tidak memiliki standari­sasi,” katanya.

Ia mengharapkan, se­telah iven IORA ini, Pemko Padang sudah menetapkan ke arah mana pengem­bang­an objek wisata Kota Pa­dang, apakah fokus ke wisata keluarga, wisata kuliner atau wisata alam yang akan di­kembangkan.

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar TPA Air Dingin

Serupa dengan Ridwan Tulus, pengamat pariwisata dari Universitas Andalas Padang James Hellyward juga meminta Pemko bisa memanfaatkan peluang be­sar iven IORA tersebut un­tuk mempromosikan wisata Ko­ta Padang. Apalagi, di Kota Padang pada khu­sus­nya dan Sumbar pada um­um­­nya, wi­sa­ta alam cukup bisa menjual.

“Kita memiliki orang-orang hebat di dunia pa­ri­wisata, kenapa itu tidak di­manfaat­kan oleh pe­me­rintah. Bisa untuk membuat mana­je­men pariwisata atau pengem­bangan pariwisata asal pe­merintahnya mau bekerja,” ulas James Helly­ward.

Ia setuju jika Pemko Pa­dang ingin memindahkan semua tenda yang ada di bibir Pantai Padang ke tem­pat yang telah di tunjuk oleh Pemko. Tapi, itu harus ber­kelanjutan dan bukan ketika iven IORA saja. Karena, masyarakat yang ada di ob­jek wisata meru­pakan pela­yan wisatawan dan mitra pemerintah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Iven Inter­nasion­al IORA Didi Aryadi men­ye­butkan, Pantai Padang akan disulap menjadi pantai yang indah. Nama Pantai Padang akan dibuat seperti Pantai Losari yang ada di daerah lain, sehingga bisa menunjukkan identitas pan­tai Padang sendiri.

“Iven IORA ini meru­pakan iven internasional, kita ingin membenahi Pantai Pa­dang dengan nama yang per­manen seperti Mesjid Raya Sumbar. Secara ber­tahap  objek wisata di Padang bisa dibenahi,” tutupnya. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]