Tersangka Merupakan Pejabat Negara


Senin, 31 Agustus 2015 - 18:09:48 WIB
Tersangka Merupakan Pejabat Negara

Namun saat ditanyakan siapa pejabat negara tersebut, Victor enggan menyebutkan namanya. Ia hanya me­nga­takan hari ini rencananya Polri akan memberi pen­jelasan terkait penetapan tersangka itu.”

Baca Juga : Survei IPO: AHY Masuk Lima Besar Tokoh Potensial di Pilpres 2024, Anies Teratas

Ia menambahkan, kasus korupsi dari Capim KPK ini sudah diselidiki beberapa bulan terakhir ini. Penye­lidikan tersebut dilakukan berdasarkan adanya laporan ke penyidik direktoratnya.

Seperti diketahui, Bares­krim Polri  telah menetapkan satu tersangka peserta seleksi Capim KPK Jilid IV. Pansel KPK menyebut, Capim yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan salah satu dari 19 kandidat yang ikut seleksi di tahap keempat.

Baca Juga : Pakar Analisis Ucapan Moeldoko 'Diperintah Jokowi': Tak Ubahnya Unjuk Kekuatan

Juru Bicara Pansel KPK Betti Alisjahbana menga­takan, yang bersangkutan juga ikut seleksi wawancara di tahap empat. Namun, dia menyebut yang bersang­ku­tan telah gugur dalam se­leksi tahap ini. Sayangnya Betti juga enggan mengung­kap siapa yang dimaksud.

Langkah Tepat

Baca Juga : Berikut Daftar Pengurus Masyumi Reborn: Ahmad Yani Ketum, Alfian Tanjung Waketum

Sementara itu Ketua Komite Indonesia Bersih, Adhie Masardi, menilai  penetapan tersangka Capim  KPK langkah  tepat. Pasal­nya, hal tersebut dapat men­ja­di pertimbangan Panitia Seleksi (Pansel) sebelum menyerahkan nama yang lolos seleksi ke Presiden Joko Widodo.”Sehingga ini bisa mengurangi konflik seperti cicak dan buaya bila di proses telah jadi ko­mi­sioner,” ujar Adhie.

Menurut Adhie, jangan sampai terjadi lagi pe­neta­pan tersangka terjadi pada zaman Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Ka­rena itu, Andhie juga men­desak agar Pansel mendo­rong agar Bareskrim segera mengumumkan nama Ca­pim yang ditetapkan ter­sangka.

Baca Juga : AHY Temui Ketum PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Bahas Soal Ancaman Demokrasi

Polri, lanjutnya, harus segera menindaklanjuti pro­ses hukum terhadap salah satu Capim KPK tersebut. Sebab, apabila tidak ditin­daklanjuti maka, Andhie menilai terdapat masalah di kepolisian sendiri.

Pengumuman tersebut sangat penting sebelum na­ma-nama yang lolos dise­rahkan ke Jokowi dan di­proses oleh Dewan Per­wa­kilan Rakyart (DPR). “Ja­ngan justru jadi sandera po­lisi,” kata Adhie.

Karena itu, lanjutnya, masyarakat harus mengikuti perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh Ba­reskrim Polri. Apakah salah satu Capim KPK yang dite­tapkan tersangka benar ter­sangkut tidak pidana. (h/rol)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]