Ratusan Polwan Kirab di Bukittinggi


Senin, 31 Agustus 2015 - 18:20:41 WIB
Ratusan Polwan Kirab di Bukittinggi

Lima Polwan yang me­ngendarai sepeda motor gede (moge) berada di ba­risan depan sambil mela­kukan atraksi di atas ken­daraan. Kemudian pada ba­risan selanjutnya, anggota polwan praja yang bergabung dengan polisi pria me­nam­pilkan kemahirannya dalam memainkan drum band.

Baca Juga : Sektor Pertanian jadi Pergerak Ekonomi Sumbar

Tak hanya itu, para pol­wan dari berbagai satuan yang mengenakan baju kebe­saran mereka masing-ma­sing juga ikut meramaikan kegiatan tersebut. Bahkan ada sejumlah Polwan yang tampil mengenakan baju adat serta pakaian dari hasil kerajinan tenun di Sumbar.

Kirab itu juga dimeriahkan berbagai atraksi kesenian daerah, seperti Reog, Barongsai dan se­bagainya. Kirab Polwan ini men­dapat sambutan positif dari warga Bukittinggi. Sepanjang Jalan Su­dirman, masyarakat tam­pak an­tusias dan tumpah ruah, hanya untuk menyaksikan kirab ter­sebut.

Baca Juga : 40% Penghafal Alquran PontrenMu Kauman Padang Panjang Tertampung di Perguruan Tinggi

Kota Bukittinggi memang cikal bakal lahirnya Polwan di Indonesia. Dalam sejarah tercatat, enam Polwan pertama di In­donesia lahir di Kota Bukittinggi pada tahun 1948. Mereka adalah Mereka adalah Nelly Pauna (Ko­lonel Polisi Nelly Pauna Situ­morang), Mariana Saanin (Ko­lonel Polisi Mariana Mufti), Djasmainar (Kolonel Polisi Djas­mainar Husen), Rosmalina (Ko­lonel Polisi Rosmalina Pr­a­mono), Rosnalia (Kolonel Polisi Rosnalia Taher) dan Dahniar (Letnan Kolonel Dahniar Su­kotjo).

Ibu Kapolri sekaligus Ketua Umum Bhayangkari, Tejaningsih Badrodin Haiti mengungkapkan, saat ini tidak ada lagi perbedaan antara polisi pria dengan polisi wanita (polwan) dalam melak­sanakan tugasnya.

Baca Juga : Gubernur Janji Beri Tunjangan ke 4 Orang Penghafal Alquran 30 Juz PontrenMu Kauman Padang Panjang

“Menurut UU No 2 Tahun 2002 Pasal 13 tidak ada yang membedakan tugas pokok Polisi perempuan dan lelaki. Semuanya sama, baik untuk penegakan hukum, kamtibmas, melindungi, melayani dan mengayomi ma­syarakat. Jadi secara kualitas dan kwantitas, polwan telah banyak perubahan,” ujar Tejaningsih Badrodin Haiti.

Menurutnya, saat ini ada se­banyak 21.211 polwan yang ter­sebar di seluruh Polda di In­donesia dan banyak yang men­jabat sebagai Kapolres. Untuk Sumbar sendiri, saat ini ada dua polwan yang menjabat sebagai Kapolres, diantaranya AKBP Yuliani yang menjabat sebagai Kapolres Payakumbuh, serta AKBP Nina Febri Linda yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Tanah Datar.

Baca Juga : Menginspirasi! Mahasiswa Solsel Layak Jadi Duta Petani Mileneal Berkat Usaha Itik Petelur

“Polwan harus solid satu sama lain. Dalam usia yang tidak lagi muda, Polwan harus melakukan revolusi mental, sudah harus menunjukan kinerjanya yang lebih baik dan lebih profesional lagi. Pelayanan polwan juga harus lebih ramah, selalu senyum dalam menyikapi berbagai per­ma­sala­han, sehingga tidak kelihatan angker lagi, dan sudah tidak takut lagi masyarakat untuk meminta bantuan atau pertolongan dari polwan,” jelas Tejaningsih Bad­rodin Haiti.

Sebelum pelaksanaan kirab itu, Tejaningsih Badrodin Haiti juga membuka secara resmi ke­giatan bhakti sosial berupa pe­ngobatan geratis dengan meng­hadirkan sejumlah dokter spe­sialis, donor darah, sunatan mas­sal, pelayan KB dan bazar.

Arus Lalu Lintas Ditutup

Hari ini, monumen Polwan yang berdiri megah  di depan Kan­tor Pos kawasan Simpang Sta­siun Bukittinggi, tepatnya di per­ti­gaan Jalan Sudirman dengan Jalan H. Agus Salim diresmikan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Dengan diresmikannya mo­numen tersebut, maka arus lalu lintas di lokasi jalan itu ditutup untuk sementara waktu, penu­tupan Jalan Jend. Sudirman ter­sebut mulai dari Simpang Yarsi, Simpang Monumen Pol­wan, Sim­­­pang RS Madina dan Simpang Kantor PLN atau di depan SMPN 1 Bukittinggi dilaksanakan seki­tar jam 8,00 hingga 11.00 WIB.

Kapolres Bukittinggi AKBP Amirjan melalui Kasat Salantas AKP Rio Sigal Hasibuan me­nyebutkan, penutupan dan pe­ngaturan arus lalu lintas dilo­kasi itu terkait dengan peresmian Monumen Polwan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Agar aktifitas masyarakat tidak terganggu, maka Polres Bukittinggi melaksanakan penga­lihan atau rekayasa arus lalu lintas dari Jam Gadang melalui Jalan Perintis, yang biasanya Jalan Perintis itu searah atau satu jalur, maka untuk sementara ini bisa dilewati me­nuju Pasar Ba­wah, Tangah Sawah dan Jembatan Besi. Sedangkan dari arah Jambu Air menuju Jam Gadang dila­kukan pengalihan di Simpang Yarsi menuju ke SMP Xaverius dan keluar di SMPN 1 Bu­kit­tinggi.

“Dengan adanya penutupan dan pengalihan arus lalu lintas tersebut tidak menjadi kendala, karena masyarakat masih bisa menggunakan akses jalan alter­natif untuk ketempat tujuan,” kata Rio Sigal Hasibuan. Ia minta maaf kepada masyarakat atas keti­dak­nyamanan ini karena ada­n­ya pe­ngalihan arus jalan, namun de­mikian ia juga akan melak­sanakan buka tutup jalan agar arus lalu lintas dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi melalui Kasubid Penmas  As­warman mengatakan, untuk pe­ngalihan dan pengamanan arus lalu lintas telah dilakukan steri­lisasi, sehingga rombongan Ka­pol­­ri nantinya  melewati jalur lalu­lintas ke Bu­kittinggi dengan kondusif.

Ditambahkan, peran serta masyarakat Bukittinggi khu­susnya dan Sumbar pada umum­nya dalam menjaga mo­numen Polwan sangat diharapkan, se­bagai bentuk mencintai sejarah.

Kepala Biro SDM  Polda Sumbar, AKBP Gatot Tri Sur­yanto mengatakan jumlah Pol­wan di Sumbar sekisar 583 orang. Namun, untuk jumlah yang akan mengikuti peresmian ter­sebut berkisar 400 Polwan yang ter­sebar di seluruh Indonesia.

Dari 583 Polwan di Sumbar, sekitar 436 bertugas di seluruh Polres yang ada di Sumbar dan 147 Polwan tugas di Polda Sum­bar. Rincian berdasarakan pe­ngelompokan kepangkatan Pol­wan yang ada di Sumbar yaitu, Perwira Pertama (Pama) seba­nyak56, Perwira Menengah (Pa­men) 34 dan Bintara 493 Polwan. (h/wan/ril/mg-jef)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]