HBH Keluarga Besar Tujuh Koto Talago


Selasa, 01 September 2015 - 18:57:49 WIB
HBH Keluarga Besar Tujuh Koto Talago

Di antara Warga 7 Kota Jabodetabek itu, tampak Dewi Fortuna Anwar, De­puti Sekretariat Wapres Bi­dang Politik dan Emilia Suhaimi, Depui IV Kemen­terian Negara Koperasi dan UKM, dan Ganefri. Koor­dinator Kopertis Wilayah X. Selain itu tampak pula May­jen (Purn) Zulfahmi, Mar­sekal (Purn) Alinur, Ketua Yayasan 7 Koto Talago wila­yah Riau, dr Riswandi dan anggota DPRD Kabupaten 50 Kota dapil 7 Koto Putra Satria Feri.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Tadinya, Mantan Men­teri Kelautan dan Perikanan Rohmin Dahuri juga akan hadir, tapi batal karena ada saudaranya pesta di Pe­kan­baru. Istri Rohmin Dahuri berasal dari Jorong Tan­jungjati, 7 Koto Talago. Be­gitu juga dengan Hardi, Ke­pala Dinas Pemuda dan Olahraga Bangka Belitung, tidak jadi hadir karena se­dang mempersiapkan acara pelantikannya sebagai Plt Bupati Belitung Timur, kam­­pong Gubernur DKI, Ahok.

Acara HBH dime­riah­kan dengan permainan KIM dan penyanyi kocak Mak Pono dan Piak Kunyuik yang berhasil mengoyong pang­guh HBH Balai Prajurit, Marinik, Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

‘’Jadi Deklarasi Cilan­dak ini merupakan bentuk komitmen warga perantauan untuk ikut terlibat secara aktif membangun kampuang 7 Koto Talago. Program pertama adalah mem­per­baiki Balai Godang Nagori 7 Koto yang kondisinya sudah sangat mempri­hatin­kan,’’ kata Ketua Yayasan 7 Koto Talago wilayah Jabo­detabek

Pada kesempatan itu, Dewi Fortuna Anwar me­minta agar dibuat program-program untuk pemba­ngu­nan 7 Koto Talago, apalagi kenagarian 7 Koto sudah mencatat sejumlah prestasi di tingkat kabupaten, pro­vinsi dan nasional.

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

‘’Kalau bisa kita bangun komunikasi dua arah, antara perantauan dan warga di kampong, supaya sama-sa­ma kita bangun kampong halaman kita,” kata Dewi direktur Habibie Research Center dan peneliti LIPI itu.

Sedangkan Emilia Su­haimi menyatakan akan mem­bantu pembangunan 7 Koto melalui program-pro­gram yang sedang dikem­bangkan pemerintah, seperti rehabilitasi pasar tradisional menjadi pasar yang modern.

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

‘’Kami juga tengah men­data bidang-bidang usaha yang belum punya hak paten, seperti rending. Di 7 Koto Talago banyak sekali produk yang belum dilindungi hak paten, ini akan kita coba upayakan, sehingga pe­ngusaha UKM di 7 Koto bisa terlindungi,” kata Emil.

Kenagarian 7 Koto itu terdiri dari tujuh jorong (desa) antara lain: Koto Kociak, Padang Jopang, Sipingai, Padang Kandi, Ampang Godang, Tanjuang Jati dan Talago. Jorong Tala­go dipilih sebagJai pusat Kanagarian VII Koto Ta­lago, dimana pada jorong tersebut terdapat sebuah Rumah Go­dang yang biasa digunakan sebagai tempat musyawarah dan perhelatan nagari.

Pada tahun 1944, Soe­karno pernah datang ke nagari ini menemui Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah untuk meminta pendapat tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dua tokoh ter­sebut merupakan ulama kaum muda dan pendiri Madrasah Darul Funun, Padang Jopang.

Pada tanggal 6 Juli 1949, di kanagarian itu juga pernah terjadi pertemuan antara Delegasi Bangka pimpinan Mohammad Natsir dan J Leimen dengan Syafrudin Prawiranegara serta pejuang PDRI lainnya, terkait de­ngan pengembalian mandat PDRI pasca Perjanjian Roem-roijen.

Dari daerah 7 Koto Tala­go lahir sejumlah tokoh dan cendikia, seperti Abbas Ab­dullah, pendiri Sumatera Tha­walip, Aslim Tadjudin, man­tan deputi gubernur Bank Indonesia, Kamardi Thalut, professor Unand, Prof. Sya­frudin Karimi, Prof Helmi, Adri Sandra, penulis puisi dan prosa, Prof,Drs Gane­fri. MPd,PHd Koordinator Kopertis Wilayah X, dan Brigjend Purn, Drs Aditiya­warman Thaha (Mantan Staf Ahli Panglima TNI). (h/ds)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]