Karang Pauh Pessel Dihantui Abrasi


Selasa, 01 September 2015 - 19:24:33 WIB

Meskipun belum ada jatuh korban jiwa, namun  masyarakat selalu dihantui rasa ketakutan yang mendalam. Mereka bahkan tidak bisa tidur pada malam hari karena takut  akan bahaya  gelombang besar menyeret mereka masuk ke dalam laut.

Musibah abrasi pantai  ter­sebut telah membuat kerugian masyarakat yang cukup besar, setidaknya puluhan hektar lahan pertanian yang sudah ditanam  pohon kelapa rusak akibat han­taman gelombang laut  dan po­hon kelapa  banyak yang tum­bang.

Abrasi pantai yang terjadi di daerah ini juga membuat lum­puhnya ekonomi masyarakat yang mayoritas hidup sebagai nelayan tepi. Mereka merasa khawatir akan harta benda yang mereka miliki dan takut meninggalkan rumahnya, maka sebagian besar masyarakat terpaksa berhenti menjalankan aktifitasnya. Warga beralasan mereka bertahan un­tuk menunggu rumahnya dan menyelamatkan harta benda me­reka bila terjadi  bahaya bencana alam mengancam.

Ketakutan masyarakat cukup beralasan, pasalnya tidak saja takut akan bahaya gelombang laut dan abrasi pantai, namun ma­syarakat tidak bisa menjalankan aktifitasnya turun melaut me­nang­kap ikan karena khawatir  takut kehilangan harta benda  yang dengan susah mereka da­patkan dari usaha yang dilakukan selama ini

Salah seorang warga Karang Pauh Syarial (54) mengatakan , masyarakat berharap kepada pe­merintah untuk dapat me­lan­jut­kan pembangunan pengamanan bibir pantai dengan batu yetty guna mengatasi kemungkinan jatunya korban.

Hal ini, kata Syarial, tidak saja  untuk penyelamatan daerah pemukiman rumah penduduk, namun juga mengancam jalan nasional yang kondisi saat ini  berjarak sekitar 25 sampai 30 meter dari bibir   pantai.

Pembangunan penanganan bibir pantai akan dapat mengatasi keterpurukan ekonomi ma­sya­rakat, kemudian juga mampu mengatasi rasa ketakutan ma­syarakat dari ancaman bahaya abrasi  dan gelombang besar yang sering terjadi di daerah ini

Plt. Bupati Pessel H Edi­tiawarman bersama kepala BPBD dan Dinas Sosial Pemda Pessel turun ke lapangan me­ninjau daerah pemukiman ma­syarakat yang ter­kena musibah abrasi di kam­pung karang Pauh Ke­nagarian Gurun Panjang Selatan, Selasa ( 1/9).

H Editiawarman me­ngi­ngat­kan warga setempat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan akan bahaya gelombang laut dan abrasi pantai  yang mungkin saja terjadi, terutama cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, bila terjadi gelom­bang laut diharapkan ma­syarakat men­cari tempat yang aman agar tidak terje­bak bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa (h/mjn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 17 Mei 2020 - 14:05:13 WIB

    Pendemi Covid-19, Masyarakat Diminta Manfaatkan Lahan Pekarangan

    Pendemi Covid-19, Masyarakat Diminta Manfaatkan Lahan Pekarangan HARIANHALUAN.COM - Optimalisasi lahan pekarangan dengan menanam tanaman produktif, menjadi langkah penting yang musti dilakukan masyarakat, dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, yang tidak ada kepastian kapan akan berakhir..
  • Ahad, 05 Januari 2020 - 22:02:12 WIB

    Karangan Bunga Banjiri Resepsi Pernikahan Anak Gubernur Sumbar

    Karangan Bunga Banjiri Resepsi Pernikahan Anak Gubernur Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, baralek gadang. Putri ke-5 nya, Atika, SE, M.Mgt (HR) resmi dipersunting Naufal Muhammad, B.Eg (Hons), putra pertama dari pasangan Ir. H. Mugiono, MM dan dr. Hj. Har.
  • Selasa, 05 November 2019 - 15:50:27 WIB

    Galeri Pekarangan Tabuik Subarang Belum Berdampak

    Galeri Pekarangan Tabuik Subarang Belum Berdampak PARIAMAN,HARIANHALUAN.COM - Galeri di pekarangan rumah Tabuik Subarang di samping kantor Balaikota Pariaman masih belum memberikan dampak signifikan dalam menggaet pasar. .
  • Ahad, 06 Oktober 2019 - 16:32:45 WIB

    Muhammadiyah Lima Kaum Manfaatkan Pekarangan

    TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Pengurus Muhammadiyah Kecamatan Lima Kaum gandeng sejumlah unsur dalam pengembangan lahan pekarangan Panti Asuhan Aisyiyah Lima Kaum dan MTs Muhammadiah untuk tanaman sayuran..
  • Rabu, 07 Agustus 2019 - 23:56:11 WIB

    Gara-gara Gugatan Pemilu, Kota Ini Sekarang Tanpa Anggota DPRD

    Gara-gara Gugatan Pemilu, Kota Ini Sekarang Tanpa Anggota DPRD PADANG, HARIANHALUAN.COM—Sebanyak 45 kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, hingga jelang pelantikan pada 14 Agustus disimpan ke gudang. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]