Kualitas Udara Tambah Buruk


Selasa, 01 September 2015 - 19:25:28 WIB
Kualitas Udara Tambah Buruk

Dari hasil pengukuran kualitas udara yang dila­kukan Stasiun Global At­mosphere Watch (GAW) Koto Tabang di kawasan Palupuh Agam, kualitas udara sepanjang Selasa (1/9) kemarin dari pagi hingga sore, sudah masuk ke ka­tegori tidak sehat. Pada pukul 09.00 WIB, kon­sen­trasi harian aerosol PM10 (partikel debu) tercatat 153 mikrogram permeter kubik, dan pukul 10.00 WIB me­ningkat menjadi 173 mi­krogram permeter kubik.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Satu jam berikutnya, atau pada pukul 11.00 WIB, kualitas udara semakin mem­­buruk. Pada waktu ter­sebut, GAW Koto Tabang mencatat, kosentrasi PM10 telah mencapai 214 mi­krogram permeter kubik. Ko­sen­trasi PM10 juga bera­da diangka 214 mikrogram permeter kubik pada pukul 12.00 WIB.

Namun pada pukul 14.30 WIB, kosentrasi PM10 cen­derung membaik dan men­capai angka 140 mikrogram permeter kubik. Tapi kondisi tersebut tidak berlangsung lama, karena sekitar pukul 15.00 WIB, kosentrasi PM10 kembali memburuk dan men­­capai angka 180 mi­kro­gram permeter kubik.

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

Untuk diketahui, status Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) bisa di­ka­tegorikan tidak sehat apa­bila kosentrasi PM10 me­lebihi ambang batas 150 mi­kro­gram permeter ku­bik.

Sesak Nafas

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Di Sawahlunto, warga se­tempat sudah mengeluh karena kabut asap yang me­nyelimuti Kota Kuali tu se­makin tebal dan meng­hitam. Hal ini meng­ka­watirkan akan dapat menganggu ke­sehatan dan aktifitas warga. “Makin hari main tebal kabut asap dan semakin lama semakin sesak nafas rasanya melakukan aktifitas di luaran,” kata Amin salah se­orang warga Sawahlunto.

Selain itu tambahnya, mata juga terasa perih dan pandangan menjadi ter­gang­gu apa lagi ketika ber­ken­dara di pagi hari, jarak pandang yang pendek de­ngan semakin tebalnya kabut asap. Pantauan Haluan di pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB jarak pandang hanya sekitar 200 sampai 300 meter saja, sehingga pe­ngendara memilih menyalakan lampu kendaraannya, karena asap tebal telah mengganggu jarak pandang.

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

Menanggapi keluhan warga serta melihat kondisi itu Badan Lingkungan Hidup(BLH) Kota Sawahlunto tengah melakukan pemantauan atau pendeteksian terhadap kualitas udara pasca kabut asap yang telah me­nye­limuti kota Sawahlunto beberapa hari lalu.

Kepala BLH sawahlunto Ha­lomoan kepada Haluan selasa(1/9) mengatakan, pihaknya telah me­masang alat pemantau kualitas udara Air Metrich, yang pe­ngu­kurannya membutuhkan waktu le­bih kurang 12 jam untuk me­ngetahui status baik atau jeleknya kadar udara akibat kabut asap tersebut.

“Hasil tersebut nantinya akan menjadi rekomendasi bagi pihak Dinas kesehatan untuk di­tin­dak­lajuti, Jika hasilnya me­lebihi am­bang batas kesehatan, pi­hak­nya merekomendasikan agar disa ke­sehatan memberikan atau mem­­bagikan masker bagi ma­syarakat yang beraktifitas diluar,” katanya.

Untuk tekhnis selanjutnya pihaknya sebut halomoan me­nyerahkan kepada dinas atau instansi terkait, BLH akan terus me­lakukan pengecekan dan pe­mantauan sehingga bisa menjadi rekomendasi bagi masyarakat untuk bisa dan tetap beraktivitas tanpa menjadi halangan akibat dampat dari kabu asap kiriman tersebut. (h/wan/mg-rki)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]