Semua Lembaga Negara Merasa Paling Berkuasa


Selasa, 01 September 2015 - 19:27:55 WIB
Semua Lembaga Negara Merasa Paling Berkuasa

“Setelah perubahan UUD, ti­d­ak ada lagi lembaga ter­tinggi di negara kita. Ka­rena setiap lembaga negara me­miliki UU sendiri yang me­ngaturnya dan masing-masing merasa punya kuasa,” kata Zulkifli Hasan saat menjadi keynote speaker pa­da Seminar Nasional di Uni­versitas An­dalas, Padang, Selasa (1/9).

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

MPR pun begitu, lan­jut­nya. MPR juga merasa paling berkuasa, karena MPR yang me­lantik pre­siden dan mengubah UUD. Akibatnya, presiden harus tiga kali ber­pidato pada 14 Agustus lalu untuk meng­hormati setiap lembaga ne­gara. “Apakah hal seperti ini sudah benar?” ujar Ketua Umum PAN ini mem­per­tanyakan.

Lembaga negara seperti Komisi Yudisial dan Mah­kamah Agung serta Mah­ka­mah Konstitusi, masing-ma­sing juga memiliki ke­kuasaan. Belum lagi gu­ber­nur, bupati, dan walikota yang juga merasa memiliki ke­kuasaan di dae­rahnya masing-masing.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

“Inilah sistem di negara kita. Apakah sistem keta­tanegaran seperti ini sudah baik? Inilah yang perlu dika­ji para akademisi,” ujar Zul­kifli.

Sosialisasi 4 Pilar

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

Usai di Unand, Zulkifli juga hadir menjadi keynote speaker pada Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dihelat DPD KNPI Sumbar. Pemaparan mantan Menteri Kehutanan di era SBY itu yang penuh semangat, tak urung membuat para pe­muda dari berbagai unsur itu juga bersemangat men­de­ngarkan.

Dikatakan, empat pilar MPR itu terdiri dari Pan­casila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD 45 se­bagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI se­bagai bentuk negara dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan suku bangsa yang berbeda.

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

“Keempat pilar itu sudah disepakati para pendiri ne­geri ini sejak 70 tahun lalu, tepatnya 18 Agustus 1945. Tidak boleh ada aman­de­men untuk itu,” katanya di ha­dapan sekitar 200 pemuda.

Di era sekarang ini, tugas pemuda untuk mewujudkan dan mengimplementasikan 4 pilar itu dalam kehidupan sehari-hari. Karena kema­juan sebuah bangsa tak ter­lepas dari pemudanya saat ini. Sementara tantangan yang harus dihadapi cukup banyak untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Meski Indonesia me­miliki kekayaan alam yang melimpah, namun hal itu bukan jaminan untuk ke­majuan bangsa. Kekayaan alam yang tak terkira itu, tak jarang melenakan. Bahkan bila tak mampu me­nge­lolanya dengan baik, maka kekayaan alam itu justru menjadi bencana, seperti penggundulan hutan yang menyebabkan banjir

“Sumber daya alam yang melimpah tidak me­nen­tukan kemajuan sebuah bang­sa. Justru yang paling penting itu adalah modal sumber daya manusia,” katanya.

Untuk bisa bersaing de­ngan bangsa lain, maka ke­mam­puan SDM Indonesia harus terus ditingkatkan. SDM harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tantangan lain yang menanti adalah masalah pe­ngang­guran dan kemiskinan. (h/vie)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]