Warga Minta Pembangunan IPAB Dihentikan


Rabu, 02 September 2015 - 19:05:40 WIB
Warga Minta Pembangunan IPAB Dihentikan

“Kami minta proyek ini dihentikan karena telah merusak lahan pertanian kami. Sawah sekitar 50 hek­tar terancam kekeringan dan kolam ikan warga pun terancam tidak ada pasokan airnya,” pungkasnya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Alnuwuar Malin Marajo dan Iswandi Sutan Tu­mang­gung Marajo, mengatakan, pihak PDAM tidak mem­beri tahu pihak ninik ma­mak dan tokoh masyarakat setempat untuk pengam­bilan air tersebut. Warga menuding, pihak PDAM telah merampas sumber-sumber air masyarakat se­hing­ga cadangan air untuk pertanian dan perikanan di lokasi terancam habis.

“Dulu kami telah mem­berikan sumber air, namun sejak 2013 lalu, telah di­am­bil saja sumber air kami. Pengambilan air itu me­ngan­cam cadangan air untuk sawah dan tabek ikan war­ga,” terangnya.

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

Ia menyebutkan, aspirasi masyarakat tentang proyek PDAM itu telah di­sampai­kan ke Pemerintah daerah, namun belum direspon. “Ma­k­sud kami mendatangi dewan, minta dihentikan aktifitas pembangunan ter­sebut,” katanya.

Warga disambut oleh anggota DPRD Suci Yulia dan Syahrial Thaib. Anggota DPRD Komisi B itu mem­benarkan adanya masya­rakat menyampaikan aspi­rasi. Namun kata Syahrial, ada atau tidak program PD­AM, cadangan air saat ini memang cenderung ber­kurang karena kondisi hutan tidak perawan lagi.

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

“Kami sangat meng­har­gai aspirasi masyarakat ini, dan kami akan memanggil leading sektor terkait untuk membicarakan hal ini,” kata anggota dewan yang sebentar lagi akan berangkat haji ini.

Syahrial Thaib men­ye­butkan, harapan tentu ada jalan keluarnya, dimana masyarakat tidak ke­ku­rang­an air dan proyek air bersih untuk masyarakat juga pun dapat berjalan lancar.

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

Yang memicu tidak s­e­nang­nya warga Jorong Kam­pung Nan VI, karena adanya surat Walinagari Aia Ma­ng­gih Yoharman tertanggal 6 Februari 2015, yang mengi­zinkan pihak PDAM me­ngam­bil air baku di Kapalo Banda, yang notabenenya sebagai sumber irigasi warga setempat. (h/col)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]