300 Jiwa Terancam Bahaya Abrasi Pantai


Rabu, 02 September 2015 - 19:06:49 WIB
300 Jiwa Terancam Bahaya Abrasi Pantai

Bila kerusakan bibir pantai tidak segera diatasi akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan serta membuat masyarakat yang bermukim daerah ter­sebut dilanda ketakutan yang berkepanjangan. Bila terjadi tingginya gelombang laut membuat warga me­rasa tidak nyaman.

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

Salah seorang warga Ka­rang Pauh, Puput (25) yang rumahnya nyaris masuk ke laut mengakui, bahaya ge­lom­bang pasang sudah se­ring terjadi bahkan sudah banyak juga rumah masya­ra­kat terseret kelaut, ke­mu­dian kerugian masyarakat cukup besar berupa harta benda maupun lahan pe­ka­rangan dan lahan pertanian dirusak oleh abrasi serta puluhan pohon kelapa sudah tumbang.

Camat Bayang Pon Idris ber­sama masyarakat se­tem­pat berjaga-jaga di Posko bencana alam yang ada di kampung, karena merasa khawatir ombak besar su­sulan bakal terjadi seperti kejadian ombak besar yang terjadi sekitar jam 19.00 WIB, pada Minggu (30/8) lalu. Air laut menyapu isi rumah penduduk, kondisi tersebut membuat ma­sya­rakat menderita ke­ru­gi­an seperti alat elektro­nik dan isi rumah lainnya terbawa arus air laut.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

Kepala BPBD Pessel, H Prinurdin ketika di­konfir­masi­kan Haluan menga­takan, untuk mengatasi an­ca­man abrasi pantai di Kam­pung Karang Pauh Keca­matan Bayang Pessel, Pem­da Pessel mengusulkan pe­na­nganan darurat dan pem­bangunan kelanjutan penga­manan bibir pantai di kam­pung Lu­hung sampai ke Na­gari Sago sepanjang 1,5 km.

Kepada warga yang ber­mukim dekat bibir pantai, diharapkan bisa menum­pang ke rumah keluarga atau te­tang­ga yang aman dari musi­bah ancaman abrasi. Karena dari hasil pendataan, banyak warga yang tidak mau dieva­kuasi ke daerah lain. (h/mjn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]