Kontrak Katering Al Aliyah Diputus


Rabu, 02 September 2015 - 19:15:32 WIB
Kontrak Katering Al Aliyah Diputus

Ia mengatakan meski­pun ada pemutusan kontrak perusahaan katering, paso­kan makanan untuk jamaah tidak akan terganggu. Pihak­nya telah mengantisipasi dengan mengalihkan pesa­nan dari perusahan katering yang diputus kontrak itu, ke perusahaan lain yang telah memasok katering untuk jamaah di Madinah . “Ada 3-4 perusahaan katering peng­ganti, mereka masing-ma­sing mendapat tambahan se­kitar 1.000 pesanan,” ujar Sri.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi, Sejumlah Daerah di Tanah Air Alami Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan data dari tim MCH Madinah, untuk melayani katering jamaah selama berada di Madinah, ada sembilan perusahaan katering yang dikontrak pemerintah yaitu Andalus Katering (kapasitas 28.800), Al Ahmadi (23.300), Saudi Ration (17.900), Oriental Savoury (16.500), Bayan Silver (15.500), Salal Istam­bul (15 ribu), Al Aliyah (13.750), Al Munief (12.­250), dan United Catering (12.250).

Kontrak perusahaan di­ba­yar dengan harga 11,95 Riyal Arab Saudi (SR) per porsi. Sementara itu Kepala Seksi Katering Daerah Kerja Madinah PPIH 1436H/2015M Evy Nuryana di Ma­di­nah, Arab Saudi, Rabu, mengatakan perusahaan yang­ diputus kontrak terse­but sudah beberapa kali diberi peringatan berupa teguran. “Mereka mela­ku­kan pelanggaran berat ka­rena menyediakan makanan tidak layak konsumsi dan sayur yang sudah basi ke­pada jamaah,” kata Evy.

Baca Juga : Petani Belum Panen, Harga Sayur Beranjak Naik di Pasar Raya Padang

Menurut dia, sejak awal kualitas pelayanan yang diberikan perusahaan ini tidak begitu baik. Awalnya, pengawas katering Daker Madinah menemukan pe­rusa­haan ini tidak menye­diakan menu makanan de­ngan cita rasa Indonesia.

Selain itu, alat pemanas makanan yang dibawa ke hotel tempat jamaah tinggal juga rusak dan tidak ada penghubung ke aliran lis­trik­nya. Padahal, dua aspek ini termasuk dalam daftar kese­pakatan yang harus dipenuhi perusahaan kate­ring selama melayani ja­maah dari Tanah Air.

Setelah diberi teguran keras, perusahaan katering tersebut tetap mengulangi sejumlah kesalahan yang fatal. Sebelum memberikan sayur yang sudah basi kepa­da jamaah, kata Evy, peru­sahaan ini juga sering kurang dalam memberikan jatah minuman dan telat dalam hal pendistribusian maka­nan. “Akhirnya, setelah ber­ko­o­rdinasi dengan Kantor Urusan Haji di Jeddah, perusahaan ini diputus kon­traknya,” ujar Evy.

Dengan adanya pemu­tusan kontrak, perusahaan katering bermasalah akan dikenai sanksi denda se­banyak 49 ribu SR. “Den­danya dua kali, pertama enam ribu SR dan kedua 43 ribu SR yang akan dipotong langsung dari sisa pem­ba­yaran,” ujar Evy.

Selama di Madinah, ja­maah menerima makan se­ba­nyak 18 kali atau makan siang dan malam selama delapan hari. Kemudian pada makanan ringan dileng­kapi dengan satu paket kopi, teh, gula, sambal, dan kecap untuk pagi hari yang didistri­busikan malam hari. (h/anc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]