Takut Dilamun Gelombang, Jangan Bangun Rumah di Zona Merah


Rabu, 02 September 2015 - 19:26:30 WIB
Takut Dilamun Gelombang, Jangan Bangun Rumah di Zona Merah

Rupanya, kejadian-kejadian yang membuat pemukiman rusak dan lenyap itu tidak membuat jera. Bahkan ketika musim ge­lombang reda rumah-rumah baru di bibir pantai bermunculan di hampir semua zona gelombang. Begitu dan terus berulang-ulang, warga seperti sengaja bermain dengan bencana.

Baca Juga : Iedul Fithri: Geliat Ekonomi, Momentum Keluar Resesi

Data dari BPBD Pessel, sepa­ruh dari pantai di Pesisir Selatan adalah kawasan rawan abrasi dan diantaranya sudah masuk pada kondisi yang mengkhawatirkan. BPBD Pessel sering mengimbau warga yang tinggal di zona ber­bahaya untuk berhati hati.

Kepala BPBD Pessel Prinur­din mengatakan, kawasan pantai di Pessel umumnya berpasir dan tidak berapa persen yang berka­rang atau ditumbuhi mangrove. “Separuh dari kawasan pantai itu rawan bencana abrasi.

Baca Juga : Pembangunan dan Keadilan bagi Padagang Kaki Lima

Kondisi geografis daerah ini menjadi tantangan tersendiri bagi rakyat untuk membangun kehi­dupannya,” katanya.

Disebutkannya, tidak heran jika mayoritas penduduk Pessel lebih memilih berdomisili di sekitar Pantai. Dari sisi ekonomi lebih menjanjikan untuk bertahan hidup.Begitu pula daerah aliran sungai (DAS) juga jadi tempat tinggal favorit, tanahnya yang subur dan gembur cocok dikem­bangkan jadi lahan pertanian, namun masyarakat perlu juga mengetahui bahwa kawasan itu rawan bencana.

“Kawasan rawan abrasi itu ada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, Sutera, Lengayang, Ra­nah Pesisir, Linggo Saribaganti, Pancung Soal dan beberpa tempat lainnya. Pada kawasan pantai, penduduk yang bermukim disana cukup banyak. Lalu kami sudah sampaikan jarak ideal memba­ngun ruamh dari pantai,” katanya.

Dikatakannya, bila air pasang tiba maka kawasan tersebut akan menjadi sasaran amukan air. Kawasan yang menjadi sasaran abrasi adalah Pasir Putih Kam­bang, Pantai Salido hingga ke perbatasan Bayang, Muari Air Haji dan sejumlah tempat lainnya.

Ujang (45) warga Ujung Air Ampiang Parak salah seorang korban abrasi kepada Haluan hari Rabu (2/9) menyebutkan, setiap terjadi perobahan permu­kaan air laut ia selalu mengalami dampaknya. Rumah bagian bela­kangnya rusak berat dengan kon­disi runtuh. “Reruntuhan kali ini merupakan lanjutan dari rerun­tuhan sebelumnya,” ujar Ujang. (*)

 

Laporan :
HARIDMAN KAMBANG

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]