Oknum di Pemerintah dan Dewan Diduga Banyak Terlibat


Kamis, 03 September 2015 - 19:19:49 WIB
Oknum di Pemerintah dan Dewan Diduga Banyak Terlibat

“TAPD (Tim Anggaran Pemerintahan Daerah, red) Bengkalis dan legislator terdahulu dan sebagian seka­rang, kami duga terlibat. Jamal akan buka-bukaan,” tegas Saut yang didampingi Iskandar Halim.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Ditambahkannya, penje­lasan ini akan disampaikan Jamal, agar proses pengung­kapan kasus yang menje­ratnya dibuka secara menye­luruh. Menurutnya, pena­nga­nan perkara tersebut harus diketahui masyarakat seutuhnya.

“Ini kami sampaikan agar masyarakat mengetahui apa yang terjadi. Jangan sampai memilih orang-orang tertentu saja. Harus dibongkar selu­ruh­nya,” tegasnya.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Masih atas penuturan Jamal, Saut mengungkapkan masih ada peran oknum lain di dalam TAPD Bengkalis selain Kabag Keuangan Set­dakab Bengkalis yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Pembahasan Bansos itu bukan dari usulan Dewan saja. Dari usulan pihak ekse­kutif, Pemkab Bengkalis ada juga. Sekda, Asisten I, Ba­gian Kesra, dan Keuangan. Itu kan berkaitan seluruh­nya,” terang Saut.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

“Pertanyaannya jika ke­ru­gian negara Rp 290 Mi­liar, apa mungkin Jamal sendirian (terlibat,red),” lanjutnya.

Meski begitu, tegas Saut, aksi buka-bukaan ini akan dilakukan mantan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, jika penyidik Polda Riau berani mene­rapkan standar yang sama dalam penanganan kasus tersebut.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

“Kita juga minta agar seluruh tsk (tersangka,red) diproses cepat. Jangan se­perti sekarang. Lamban. Seolah-olah tebang pilih,” sindirnya.

Dalam kesempatan ter­se­but, Saut juga menyatakan kalau pihaknya akan mela­porkan perkara ini ke Mabes Polri, jika pihak Polda Riau tidak mengungkap secara keseluruhan dugaan korupsi tersebut. Sebelumnya pi­haknya telah melayangkan nota keberatan kepada pe­nyi­dik terkait penanganan perkara yang diduga tidak adil terhadap tersangka.

“Sampai sekarang be­lum dibalas. Kami per­caya pe­nyi­dik akan membalas surat protes tersebut. Jika tidak, kami akan ada banyak jalan untuk ditindaklanjuti, Kami akan lapor ke Mabes Polri,” tegas Saut.

Dalam kasus ini, selain Jamal Abdillah, Polda Riau juga telah menetapkan enam tersangka lainnya dalam perkara ini. Di antara ke­enam tersangka tersebut, salah satunya merupakan mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh.

Lima tersangka lain adalah Hidayat Tagor dari Partai Demokrat selaku mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Purboyo dari PDIP selaku mantan anggota DPRD Bengkalis. Selan­jutnya, Rismayeni dari Par­tai Demokrat dan Muham­mad Tarmizi dari Partai PPP. Dua nama terakhir masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis. Seorang tersangka lainnya berasal dari Setdakab Bengkalis, Azrafiani Aziz, selaku Kabag Keuangan Kabupaten Bengkalis. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]