Petani Padi Singkarak Gagal Panen


Kamis, 03 September 2015 - 19:48:46 WIB
Petani Padi Singkarak Gagal Panen

Lebih jauh Zul Muncak mengatakan, hasil produksi sawahnya tahun ini mengalami penurunan yang sangat tajam. Pada musim tanam lalu, sebidang sawah di samping rumahnya sempat menghasilkan 1 200 sukat gabah kering panen. Akan tetapi,karena dilanda kemarau panjang, sawahnya itu pada musim panen sekarang hanya menghasilkan 80 sukat padi saja.

Baca Juga : Sumarak Alek Nagari, Koarsa Laksanakan Sunatan Massal di Sungai Batang

Dikatakannya, setumpak sawahnya yang ada di pinggir jalan raya Solok, Sumani nyaris tak menghasilkan buah sama sekali. Disamping dihantam kemarau panjang, sawahnya itu juga diserang hama wereng. Akibatnya mayoritas padi yang baru berbuah itu layu dan me­nguning.

Hal senada juga diungkapkan petani lainnya, Erlinda. Dikatakan, mayoritas padi di Nagari Singkarak mengalami gagal panen karena kekeringan dan diserang hama wereng. “Rata-rata padi disini mengalami kekurangan pasokan air sejak benih berumur satu hingga dua bulan. Sehingga padi menjadi kerdil dan daunnya berwarna kuning kemerah merahan,” kata Erlinda.

Baca Juga : BMKG Maritim Teluk Bayur: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Hingga 4 Meter

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Iriani MM mengakui produksi padi di Kabupaten Solok mengalami penurunan akibat dari dampak musim kemarau panjang ini. Kekurangan produksi ini akan berimbas terhadap jumblah beras yang dijual ke luar daerah. Namun demikian produksi gabah di Kabupaten Solok  ini dipastikan masih bisa memenuhi kebutuhan penduduk kabupaten Solok.

“Produksi padi daerah yang mengalami kekeringan itu masih bisa ditutupi dengan hasil panen di wilayah lain di Kabupaten Solok, seperti di daerah Gantung Ciri, Koto Hilalang, Selayo, Cupak dan Sirukam,” kata Iriani. (h/eri)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]