Kedubes RI di Singapura Kunjungi BLK Payakumbuh


Kamis, 03 September 2015 - 19:50:08 WIB
Kedubes RI di Singapura Kunjungi BLK Payakumbuh

Dalam tatap muka itu, Perwakilan Tenaga Kerja Indonesia, Sholahudin me­ngemukakan, Singapura me­rupakan daya tarik yang luar biasa bagi TKI asal In­do­nesia dan disukai pen­duduk Singapura yang me­makai tenaga mereka. Sebab TKI Indonesia mayoritas penu­rut dan gampang dikasih tahu, namun sebagian te­r­ken­dala bahasa dan ketidak siapan mereka.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Dikatakannya, saat ini ada sekitar 200 ribu TKI yang bekerja di Singapura, baik formal maupun infor­mal. Namun mereka tak mempunyai pendidikan yang memadai, tapi mereka juga ingin maju, agar TKI itu lebih maju lagi, perlu lagi penambahan keterampilan. Pelatihan yang dilakukan di BLK berbasis kompetensi bisa pula diterapkan di Si­ngapura, sehingga TKI itu punya kompetensi, bisa men­dapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pemerintah Singapura terhadap TKI menerapkan sistem kuaota, sehingga jumlah TKI yang bisa d­iterima negara itu sangat terbatas, karena ada tenaga kerja dari negara lain.”Bila semua TKI yang dikirim ke Singapura punya kete­ram­pilan memadai mereka akan tetap dipertahankan ma­jikannya di Singapura. Ka­rena itulah pelatihan kete­rampilan bagi mereka sangat perlu,”ujarnya.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Sementara itu, Mo­ha­mad Rizki S. Malia ketika dihubungi Haluan di BLK Payakumbuh, ketika me­ninjau ke tempat kete­ram­pilan kuliner mengolah hasil pertanian seperti mem­pro­duksi randang telur, randang runtih menyebutkan, banyak potensi daerah di Sumbar ini yang bisa dikembangkan, untuk dipasarkan ke luar daerah, bukan tidak mung­kin dipasarkan di Singapura.

Menurut dia, di Si­nga­pura belum banyak ma­syarakatnya yang me­ngeta­hui yang namanya rendang telur, rendang runtih serta makanan tradisional lain­nya. Potensi itu harus secara terus menerus digali dan dikembangkan, namun un­tuk keterampilan sudah ada BLK yang menangani, ting­gal lagi masyarakat yang mau menekuni usaha, tapi yang dibutuhkan daerah luar, sebutnya.

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

“Saya sudah tiga tahun berkerja di Dubes Singapura, banyak yang perlu di­sem­purnakan agar TKI di Singa­pura terampil. Kemauan dan disiplin mereka sangat tinggi dalam bekerja. Di Eropah saja kalau tidak sekolah didenda, didaerah kita masih banyak warga yang kurang mampu yang perlu diber­dayakan melalui ke­teram­pilan seperti, menjahit, kom­puter, kamera foto, oto­motif, kuliner dan lain, “ujarnya.

Sebelum berkunjung ke Sumatera Barat, sebelumnya sudah mendengar balai lati­han yang ada di daerah ini sudah banyak mem­ber­daya­kan pemuda pemudi melalui keterampilan, sehingga dian­taranya diterima bekerja diperusahaan perusahaan di berbagai kota di Indonesia. “Untuk itulah kami ber­kunjung ke BLK men­siner­gikan pelatihan TKI yang ada di Singapura, kata pe­muda energik itu yang me­ngaku kakeknya berasal dari Koto nan Ompek, Paya­kumbuh Barat.

Baca Juga : Gubernur Minta Sumbar Jangan Lagi Masuk Zona Merah Covid-19

Kepala BLK Pa­ya­kum­buh Daswing menyebut, ta­hun 2015 BLK Paya­kum­buh mendapat 21 paket pela­tihan, sebanyak 16 paket dibiayai APBN, 4 paket dari Pimprof Sumbar dan satu paket dari APBD Paya­kum­buh. Program yang dise­diakan, las listrik, otomotif, listrik, bangunan dan kuliner mengolah bahan hasil per­tanian. Tapi ba­ngunan pe­minatnya ku­rang dan ins­trukturnyapun sudah pen­siun. Usia peserta dib­a­tasi 17 hingga 35 tahun.

Namun pengolahan ha­sil pertanian banyak peminat, wanita membuat makanan tradisional, rendang suir dan rendang telur, mayoritas diikuti kaum wanita, ke­mudian disusul menjahit bordir. Tahun ini sudah ada kerjasama dengan Dinas Pendidikan membina guru SDLB untuk calon ins­truk­tur menjahit. Ilmu yang diperolehnya dari BLK akan diterapkan bagi anak didik disekolahnya masing ma­sing.

“Pihak Kedubes perlu memberikan informasi ke BLK yang ada di Sumbar, supaya jelas keterampilan yang akan dipersiapkan. Lagipula BLK menjadi prio­ritas bagi Pemko dan Pem­kab untuk mempersiapkan pencari kerja dengan kete­rampilan sebelum mereka terjun kedunia kerja,” ung­kap Wahendra bagian Kepe­latihan Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Sum­bar. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]