Kualitas Udara Sumbar Mulai Tak Sehat


Kamis, 03 September 2015 - 19:53:46 WIB
Kualitas Udara Sumbar Mulai Tak Sehat

“Melalui surat edaran tertanggal 2 September, kita minta kabupaten/ kota un­tuk tetap berjaga-jaga dan waspada, serta melaporkan jika adanya peningkatan an­caman terhadap ma­sya­rakat. Lakukan penambahan stok masker, untuk meng­an­ti­si­pasi bila kabut asap ki­ri­man yang menyelimuti Sum­­bar makin pekat,” te­rang Ali Asmar, Kamis (3/9).

Baca Juga : Mahyeldi Naik Jadi Gubernur Sumbar, Siapa Pengganti Wali Kota Padang?

Di Kota Sawahlunto, ka­but asap yang me­nye­limuti daerah itu diklaim semakin mengkhawatirkan. Ber­da­sarkan pantauan alat pe­ngukur indeks pen­ce­ma­ran udara Badan Ling­ku­ngan Hidup (BLH), kualitas udara akibat kabut asap sudah memasuki level ber­bahaya.

Kepala Badan Lingk­u­ngan Hidup (BLH) Kota Sa­wah­lunto Halomoan kepada Haluan menyebutkan, dari pemantauan dan pengu­kuran indeks pemcemaran udara yang dilakukan pihak­nya pada Rabu (2/9), dike­tahui tingkat pencemaran kabut asap telah mencapai 194, indeks ini menun­juk­kan pencemaran udara telah memasuki level berbahaya.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 26 Februari 2021

“Normalnya ambang ba­tas udara adalah 150, jika lebih dari angka tersebut berarti berbahaya bagi kese­hatan. Kendati jarak pan­dang belum terlalu tergang­gu, namun pencemaran ini bisa akan terus berlanjut dan meningkat,” ungkapnya.

Sementara dari Pessel, pemerintah daerah setempat menghimbau seluruh warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan guna meng­antisipasi dampak kabut asap di daerah itu. Selain telah menyiapkan masker, BPBD Pessel juga meminta seluruh camat dan wa­li­nagari untuk melaporkan bila terjadi hal buruk akibat kabut asap.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Batu Bara Perempuan Asal Sumbar, Mulai Bisnis dari Umur 18 Tahun

Kepala BPBD Pessel, Prunurdin Kamis (3/9) me­nyebutkan, informasi dari Pemprov Sumbar, hingga kini belum ada penetapan status darurat kabut asap, namun Pemkab diminta untuk memantau dampak kabut asap. “Daerah juga diminta untuk menyediakan masker yang cukup,” ka­tanya.

Hindari Aktivitas Luar Ruangan

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

Sesuai hasil monitoring BKMG GAW Kototabang sepanjang Kamis (3/9) ke­marin, tingkat pencemaran udara mencapai 229 ug/M3 dan masuk kategori tidak sehat. Di Kota Padang Pan­jang, dampak kabut asap mulai mengganggu jarak pandang warga.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Mawardi me­nye­butkan, meskipun belum ada laporan tentang adanya ma­sya­rakat di kota itu yang me­ngalami gangguang per­nafa­san, namun dia meng­harapkan agar masyarakat untuk selalu menggunakan masker jika ingin keluar rumah.

“Jika memang tidak ada keperluan untuk keluar ru­mah, sebaiknya masyarakat lebih banyak beraktivitas di dalam rumah saja. Apalagi, kategori pencemaran udara sudah masuk tingkat tidak sehat,” sebut Mawardi, se­raya meminta agar seluruh instansi terkait tetap ber­siaga dan melakukan pe­nanganan terhadap ben­cana kabut asap.

Warga Mulai Cemas

Dari Kabupaten Solok, sepanjang Kamis (3/9) ke­maren, kabut asap yang memapar daerah itu kian pekat, karena jarak pandang hanya berkisar sekitar 80 hingga 100 meter saja. Kon­disi ini praktis mem­buat masyarakat yang ba­nyak melakukan aktivitas di luar rumah mulai cemas, karena ancaman gangguan kese­hatan dan penyakit ber­bahaya yang diakibatkan oleh polusi asap ini terus menghantui.

“Kami cemas, asapnya pekat sekali. Anak-anak juga ada yang mengeluhkan mata perih dan sakit teng­goro­kan,” kata Melti salah seo­rang guru SD di Kec. Gu­nung Talang kepada Haluan.

Berdasarkan hasil pan­tauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang pada Ra­bu (2/9) menyebutkan, kua­litas udara di Kota Solok dan Kabupaten Solok meru­pa­kan yang terburuk di Sum­bar. Terhitung sejak 1 Sep­tember, indeks partikel da­lam udara (PM10) di dae­rah Solok pada pukul 17:00 WIB telah mencapai 320 ug/m3 atau masuk kategori berbahaya. Dan secara fluk­tuatif indeks partikel dalam udara (PM10) di sejumlah daerah di Sumbar mening­kat 50 ug/m3 tiap harinya.

Kamis (3/9), dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Tommy Bambang Irawan bersama Kasatlantas AKP Afrino Chaniago, ja­jaran kepolisian setempat mulai melakukan aksi sosial dengan membagikan mas­ker secara cuma-cuma ke­pa­da para pengendara se­peda motor yang melintas di daerah itu.

Sejumlah anggota lantas terlihat langsung mem­bagi­kan dan memasangkan mas­ker ke warga, sambil mengi­ngatkan pemilik ken­daraan untuk selalu menyalakan lampu kendaraan di siang hari, guna menghindari terja­dinya ke­celakaan lalu­lin­tas. ”Saat ini jumlah masker yang kita bagikan belum banyak dan belum memadai untuk me­me­nuhi kebutuhan warga,” kata Kapolres Tommy. (h/mg-isr/mg-rki/har/mg-pis/ndi)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]