Pusat Kuliner dan Konveksi Masih Wacana


Kamis, 03 September 2015 - 19:54:52 WIB

Rencana yang tinggal wa­cana ini juga diragukan reali­sasinya karena menurut Ba­p­peda Kota Padang, ren­cana-rencana yang sudah dipublikasikan ke publik itu tidak ada dalam rancangan pembangunan Pasar Raya tahun ini.

Kepala Bappeda Kota Padang Hervan Bahar me­nga­takan, untuk pem­bangu­nan pasar saat ini fokus untuk Fase VII dan pasar Inpres.

“Kalau untuk pusat ku­liner, pusat batu cincin atau pusat konveksi saya kurang tahu itu. Pastinya Dinas Pasar yang lebih paham. Namun, dalam perencanaan hanya rehabilitasi Fase VII, pembangunan Inpres II lan­jutan dan rencananya Inpres III. Tidak ada dalam peren­canaan tiga poin yang di­harap­kan tadi,” ulasnya.

Penelusuran Haluan ke­pada tiga unsur pedagang yang akan dibuatkan tempat khusus tersebut, mereka mengaku Pemko belum me­m­bahas itu.

Seperti pedagang batu akik di jalan Hiligoo yang masih berjejer puluhan ban­yak­nya. Andika, salah seo­rang tukang batu cincin me­ngaku itu hanya wacana sesaat saja tanpa ada tinda­kan selanjutnya. Dia tidak yakin Pemko Padang akan bisa mewujudkan Kota Pa­dang memiliki sentral batu cincin.

“Dari awal saya tidak per­caya dengan penataan pe­dagang batu cincin atau yang lainnya. Itu hanya omo­ngan pak wali saja,” pungkasnya.

Sedangkan pedagang ma­­­­kanan atau kuliner di samping kantor balaikota lama, Mak Ijah mengaku senang sekali jika itu bisa diwujudkan. Namun, kenya­taan dan realisasi itu belum terwujud hingga sekarang.

“Ada saya dengar untuk memusatkan pedagang ma­kanan dan minuman di Pa­dang Teater. Tetapi tindak lanjutnya belum ada sampai sekarang. Lihatlah pedagang makanan dan minuman ‘ba­serak’ di pasar,” terangnya.

Dalam wacana se­belum­nya memang pe­dagang ku­liner di pusatkan di Padang Teater. Itu juga bertujuan untuk menghabiskan salon-salon ‘mesum’ yang be­ro­perasi di kawasan itu.

“Sampai dua tahun ini rencana-rencana tidak juga terwujud,” paparnya.

Sedangkan Ketua Pe­dagang Konveksi di Pasar Raya Padang Jasman, me­ngaku tidak ada niat Pemko Padang untuk membenahi pasar. Apalagi untuk menyu­sun dan menata pedagang.

“Saya jujur saja kecewa dengan pemerintahan wali­kota yang sekarang. Me­ne­rima masukan dari ba­wa­hannya tapi tidak melihat langsung ke lapangan. Kami pedagang konveksi sudah menemui walikota dan me­n­yampaikan itu semua. Sam­pai sekarang tidak ada reali­sasinya sama sekali,” tuturnya.

Kekecewaan pedagang Pasar Raya Padang bukan tanpa alasan. Mereka sudah dijanjikan oleh walikota ketika memantau pasar be­berapa waktu lalu.

Kepala Dis­pe­rindag­tam­ben Kota Padang Hendrizal Azhar mengatakan dahulu awal tahun memang ada beberapa tenda dan gerobak untuk berdagang bagi pe­dagang di Pasar Raya. Ge­robak bantuan Kementerian Perdagangan tersebut ber­jumlah 50 unit, dan sudah diserahkan kepada pedagang di samping pertokoan Merlin. (h/ows)







Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM